Mogok di SMPN 4 Sepakat Diakhiri

Para wali murid, guru SMP Negeri 4 Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Utara, beserta anggota DPRK

Mogok di SMPN 4 Sepakat Diakhiri
SERAMBI/SAIFUL BAHRI
KONDISI sebuah kelas di SMP Negeri 4 Dewantara, Aceh Utara yang kosong akibat pelajar mogok. Foto direkam Senin (1/4) 

LHOKSEUMAWE – Para wali murid, guru SMP Negeri 4 Dewantara, Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Utara, beserta anggota DPRK melakukan pertemuan untuk mencari solusi agar aktifitas belajar mengajar di sekolah tersebut, bisa aktif kembali. Dalam rapat yang berlangsung Senin (1/4) disepekati untuk mengakhiri mogok dengan berbagai persyaratan.

Ikut dalam pertemuan tersebut, Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Aceh Utara, Muhd Ridho, Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara, Tgk Junaidi, Ketua Komite SMPN 4 Dewantara, M Nazar, serta pihak kepolisian.

Muhd Ridho ditemui usai pertemuan mengakui kalau sudah ada kesepakatan untuk mengakhiri mogok. Di mana aktifitas belajar mengajar akan dilakukan seperti biasa mulai hari ini, Selasa (2/4). Sedangkan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut, kepala SMPN 4 Dewantara, Manawiyah dinonaktifikan. Sehingga sementara ini sekolah akan dipimpin wakil kepala sekolah, Mardiana. Sambil pihak dinas melakukan proses pengembalian Rusli untuk menjadi kepala sekolah kembali. “Untuk mengembalikan Rusli tentunya butuh proses, sehingga kini sedang kita lakukan,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun Serambi, selama ini Rusli memimpin sekolah tersebut banyak prestasi yang diraih para siswa maupun guru. Sedangkan loyalitasnya untuk membangun sekolah yang baru dua tahun itu juga tinggi. Bahkan, dana pribadi mau dikeluarkan untuk melengkapi sarana pendidikan. Misalnya, meja dan bangku di ruang guru. Saat Rusli pindah, di ruang guru sekarang ini hanya beralas tikar. Tidak ada lagi meja dan bangku. “Karena milik pribadi kepala sekolah lama, makanya diambil kembali,” ujar seorang guru saat Serambi berkunjung ke sekolah tersebut.

Sementara Ketua Komisi V DPRK Aceh Utara, Tgk Junaidi mengaku sangat kecewa terhadap keputusan mutasi kepala sekolah hingga berujung mogok. Dia selaku perwakilan Dewantara selama ini terus berperan untuk membangun sekolah tersebut. Namun, di saat proses pembangunan terus berlanjut yang diiringi meningkatkan kualitas pendidikan, tiba-tiba pihak dinas memutasi kepala sekolah yang telah berkinerja baik.

“Ke depan kita harapkan pihak dinas jangan asal melakukan mutasi terhadap kepala sekolah. Bila ingin melakukan mutasi, maka harus dilakukan pengkajian terlebih dahulu baik buruknya terhadap sekolah tersebut. Intinya, kita tidak mau mendengar lagi kejadian seperti ini terulang kembali,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, para guru dan pelajar di SMP Negeri 4 Dewantara, Aceh Utara sejak Sabtu (30/3) mulai mogok. Mogok berlangsung hingga Senin kemarin. Aksi mogok sebagai atas dimutasinya kepala sekolah lama, Rusli. Mereka menilai selama ini Rusli telah berkinerja baik dalam meningkatkan kedisiplinan, dan kemajuan sekolah.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Aceh Utara, Qusthalani secara tertulis kepada Serambi menyebutkan, pihak sangat menyayangkan sikap oknum di SMPN 4 Dewantara yang menyegel pintu sekolah, sehingga proses belajar mengajar sempat lumpuh. “Seperti kita ketahui bersama, beberapa minggu ke depan sangat krusial, karena anak-anak akan mengikuti ujian kenaikan kelas,” tulis Qusthalani.

Sebagai organisasi profesi, kata Qusthalani, IGI berharap kasus seperti ini tidak terulang lagi. Mutasi dan promosi adalah prosedur yang dilalui serta hal lumrah dalam sebuah menajamen pendidikan. “Ini juga merupakan ranahnya dinas pendidikan dan kita serahkan sepenuhnya kepada pejabat di Disdikbud Aceh Utara, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan,” ujarnya.

Jangan sampai karena kepentingan oknum tertentu, pendidikan anak menjadi korban. Sekolah beserta aset di dalamnya adalah milik pemerintah yang perlu dijaga oleh semua stakeholder. “Jika ada yang berani mengganggunya, maka akan berhadapan dengan hukum,” pungkas Qusthalani.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved