Jurnalisme Warga

Raja Ampat, Oh Indahnya Negeri Surgawi Ini

SAAT itu Jumat, 29 Maret 2019, jarum jam menunjukkan pukul 7 WIT. Semua peserta Rapat Kerja Nasional Badan Penghubung

Raja Ampat, Oh Indahnya Negeri Surgawi Ini
IST
Ir. CUT PUTRI ALYANUR

OLEH Ir. CUT PUTRI ALYANUR, Kepala Subbidang Promosi dan Pameran Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Kepala Anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, melaporkan dari Sorong, Papua Barat

SAAT itu Jumat, 29 Maret 2019, jarum jam menunjukkan pukul 7 WIT. Semua peserta Rapat Kerja Nasional Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Se-Indonesia sudah siap untuk menuju Raja Ampat, tujuan wisata menarik di kawasan paling timur Indonesia. Kunjungan kami ke sini difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat atas inisiasi Kepala Badan Penghubung Provinsi Papua Barat di Jakarta, Ibu Juliana dan jajarannya.

Raja Ampat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Papua Barat. Ibu kotanya Waisai. Kabupaten ini memiliki 610 pulau, termasuk kepulauan Raja Ampat. Empat di antaranya, yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo, merupakan pulau-pulau besar.

Dari seluruh pulau hanya 35 pulau yang berpenghuni, sedangkan pulau lainnya tidak berpenghuni dan sebagian besar belum memiliki nama.

Sebagai daerah kepulauan, satu-satunya transportasi antarpulau dan penunjang kegiatan masyarakat Raja Ampat adalah angkutan laut. Demikian juga untuk menjangkau Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat. Jika hendak menggunakan pesawat udara, maka pengunjung lebih dulu menuju Kota Sorong. Setelah itu, dari Sorong perjalanan ke Waisai dapat dilanjutkan dengan transportasi laut dan udara.

Dalam perjalanan yang mengasyikkan ini rombongan kami memilih jalur laut. Kami beranjak dari Swissbell Hotel menuju Pelabuhan Perikanan Sorong. Waktu tempuhnya hanya sepuluh menit dan selanjutnya kami arungi laut lepas selama tiga jam perjalanan.

Semua peserta dalam gaya dan hanyut dengan perasaannya masing-masing. Ada yang riang, ada yang takut karena berada di laut lepas, ada juga yang tangguh penuh percaya diri mengarungi samudra karena terlahir sebagai anak laut. Pendeknya, dengan berbagai perasaan kami menuju lokasi wisata yang sudah dipersiapkan untuk dikunjungi.

Spot pertama yang kami kunjungi adalah Piaynemo yang sangat eksotis. Petualangan ke Piaynemo membuat degup jantung saya berpacu tak beraturan, terutama ketika berusaha menggapai puncaknya, Piaynemo!

Nggak percaya?

Harus percaya dan buktikan sendiri. Oh, betapa indahnya Negeri Surgawi ini.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved