Senator H. Fachrul Razi, MIP dan 4,5 Tahun Perjuangan di Parlemen Demi Otsus Selamanya di Bumi Aceh

PRESIDEN Jokowi akhirnya menyatakan berjanji akan memperjuangkan dana otonomi khusus (otsus) Aceh diperpanjang

Senator H. Fachrul Razi, MIP dan 4,5 Tahun Perjuangan di Parlemen Demi Otsus Selamanya di Bumi Aceh
IST
H. Fachrul Razi, MIP

PRESIDEN Jokowi akhirnya menyatakan berjanji akan memperjuangkan dana otonomi khusus (otsus) Aceh diperpanjang jika dirinya terpilih lagi menjadi Presiden. Demikian disampaikan Joko Widodo yang juga Calon Presiden pada kampanye terbuka di Hotel Lido Graha, Lhokseumawe, Selasa (26/03).

Atas sikap Politik Jokowi tersebut, Senator DPD RI Asal Aceh yang juga pimpinan Komite I DPD RI menyatakan apresiasi atas sikap politik Jokowi dalam mengamini perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Aceh dalam menuntut perpanjanganOtsus selamanya Jilid II. Senator H. Fachrul Razi, MIP yang dikenal lantang berbicara di media dan di Pusat mengenai perpanjangan Otsus Aceh Jilid II mengatakan bahwa perjuangan dan usaha bersama yang dilakukan oleh rakyat Aceh dalam menuntut keadilan dan kesejahteraan merata di Aceh telah direspon langsung Presiden.

Perjuangan kita gol direspon oleh Pemerintah Jokowi,” demikian jawaban singkat dari Senator Muda Aceh DPD RI ini yang juga sukses memperjuangkan Otsus Aceh Jilid II melalui hasil paripurna DPD RI. Selama duduk 4,5 tahun di Senayan, dirinya terus memperjuangkan agar MoU Helsinki diselesaikan dan Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) diimplementasikan secara nyata di Aceh. “Sebagai WakilAceh di Pusat melalui DPD RI, Perjuangan rakyat Aceh tidak sia-sia,” jelas Fachrul Razi yang juga membidangi pemerintahan, politik, hukum, HAM, Dana Desa dan Pertanahan Keamanan di DPD RI.

Pada akhir tahun 2018, dalam rapat kerja DPD RI dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo pada Senin (3/12) di Kompleks Parlemen, Senayan. Dirinya sebagai pimpinan Komite I mengundang Rapat KerjaKhusus untuk membahas perpanjangan Otsus Aceh. Dalam Rapat Kerja ini menghasilkan kesimpulan rapat, dari kesepakatan evaluasi dan perpanjangan Otsus Aceh serta penguatan lembaga Wali Nanggroe. “Komite I DPD RI meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mempersiapkan strategi Otsus Aceh Jilid 2 serta penguatan Lembaga Wali Nanggroe di Aceh dan MRP di Papua serta MRPB di Papua Barat,” jelas Senator Fachrul Razi.

“Komite I DPD RI meminta kepada Pemerintah Pusat untuk melakukan koordinasi dan penguatan kelembagaan khusus di Provinsi Aceh,” jelas Fachrul Razi yang saat ini menduduki posisi Wakil Komite I DPD RI selama 4 tahun berturut-turut. Melalui kewenangan yang dimiliki DPD, Komite I telah memanggil pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, untuk meminta penjelasan atas kebijakan pasca berakhirnya Dana Otsus baik di Provinsi Aceh.

Senator Fachrul Razi mengatakan bahwa Komite I telah melakukan banyak Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para pakar dan kunjungan kerja pengawasan ke Provinsi Otsus tersebut, kesimpulan sementara menyatakan bahwa terdapat berbagai persoalan dalam pelaksanaan Otsus namun perlunya exit strategy pasca berakhirnya Otsus dengan kebijakan Otsus Jilid 2 selamanya.

Fachrul Razi menyebutkan, adanya lampu hijau dari pemerintah pusat untuk memperpanjang Otsus di Aceh dan Papua adalah solusi yang penting dalam rangka memperkuat Aceh sebagai daerah yang memperoleh perhatian serius melalui kekhususan dan keistimewaan. “Kita dari Senator Indonesia akan terus memperjuangkan dan mengawal Otsus Aceh menjadi selamanya, karena ini menyangkut masa depan Aceh yang jauh lebih baik,” jelasnya.

Fachrul Razi menyatakan bahwa Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo telah menegaskan setuju untuk dilanjutkannya Otsus Aceh dan Papua dengan melakukan evaluasi dana otsus sebagai kelanjutan dana Otsus pasca berakhirnya Dana Otsus. Pihaknya juga mengaku telah menerima kunjungan Wali Nanggroe sebelumnya di kantor Kemendagri juga membahas masalah perpanjangan Otsus Aceh.

“Perjuangan kita di DPD RI, terutama komite I terus berusaha untuk memperpanjang dan mempersiapkan strategi dan blueprint dana otsus jilid II, yaitu otsus selamanya. Selain itu kita juga akan mengawasi dan mempreventif supaya dana otsus initidak disalahgunakan atau intinya agar Dana Otsus tepat sasaran. Sebab 10 tahun belakangan, kita sudah melihat bahwa ada 815 miliar dana otsus yang hari ini pertanggung jawabannya tidak jelas, itu belum lagi dari laporan-laporan lain,” ungkapnya.

“Nah, kita sedang melihat apakah melalui Perpu atau mekanisme lain yang secara hukum dengan pendekatan politik atau menurutnya melalui revisi UUPA ‘terbatas”. Namun demikian, pihak Pemerintah Pusat selalu memberikan argumentasi terkait adanya korupsi tinggi, penyalahgunaan kewenangan kekuasaan, kemudian terjadinya OTT dan lain sebagainya. Alasan pemerintah pusat selalu menyalahkan anggaran yg sudah berjalan tidak efektif, oleh karena itu kita mencari solusi agar dana menjadi efektif dan Dana Otsus Aceh dapat diperpanjang selamanya. Atas rekomendasi itu, lanjutnya, Pemerintah Pusat sudah memberikan sinyal positif dan diperkuat dengan pernyataan sikapPresiden Jokowi, tegasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada tanggal 20 Desember 2018, DPD RI menyetujui dana otonomi khusus (otsus) Aceh diperpanjang setelah 2027.

Keputusan itu disampaikan dalam sidang paripurna DPD RI yang dipimpin oleh Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Kamis (20/12/2018), di Gedung Nusantara V Senayan Jakarta. Pengesahan ini berdasarkan laporan yang dibacakan oleh Pimpinan Komite I DPD RI, H Fachrul Razi MIP yang juga enator asal Aceh. Fachrul Razi dalamsidang paripurna DPD RI membacakan laporan bahwa Komite I memiliki perhatian penuh terhadap pelaksanaan otsus di Papua, Papua Barat, dan Aceh yang diwujudkan dengan mengagendakannya menjadi salah satu fokus pengawasan DPD. “Apalagi ada persoalan krusial dari keberlakuan UU Otsus yakni terkait dengan akan berakhirnya Dana Otsus dan masa depan Aceh,” tutup Senator Muda Aceh yang dikenal kritis ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved