Hadiri Musyawarah Akbar KPA di Rumah Cut Meutia, Mualem Dihadiahi Ini oleh Eks Kombatan

Musyawarah itu juga dihadiri juru runding perdamaian di Helsinky, Tgk H Bakhtiar Abdullah yang juga juru bicara GAM.

Hadiri Musyawarah Akbar KPA di Rumah Cut Meutia, Mualem Dihadiahi Ini oleh Eks Kombatan
For Serambinews.com
Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat H Muzakir Manaf (Mualem) pada Rabu (3/4/2019) menghadiri Musyawarah Akbar di Rumah Pahlawan Nasional asal Aceh Cut Meutia, Gampong Masjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat H Muzakir Manaf (Mualem) pada Rabu (3/4/2019) menghadiri Musyawarah Akbar di Rumah Pahlawan Nasional asal Aceh Cut Meutia, Gampong Masjid Pirak, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara.

Musyawarah itu juga dihadiri juru runding perdamaian di Helsinky, Tgk H Bakhtiar Abdullah yang juga juru bicara GAM.

Kegiatan itu diadakan KPA Daerah III Teungku Chiek di Paya Bakong Wilayah Samudera Pase. Musyawarah tersebut juga dihadiri ribuan warga yang dijadikan sebagai ajang silaturrahmi para anggota GAM yang telah lama tidak berjumpa.

Pada kegiatan ini, Komandan Operasi GAM D-III Pasee Sofyan Chombet juga menyerahkan Bendera Bintang Bulan kepada Panglima Pusat GAM H Muzakir Manaf untuk diperjuangkan supaya segera dapat berkibar seluruh penjuru Aceh. Dalam acara ini juga turut hadir Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf alias Sidom Peng, Ulama Kharismatik Aceh Utara Tgk H Muzakir atau Waled Lapang, Anggota DPRK Aceh Utara, Anggota DPRA serta beberapa tokoh penting GAM dari berbagai daerah di Wilayah Pase.

Baca: Mualem Lantik Pengurus PA dan KPPA Aceh Besar

Baca: Tim Kampanye Nasional Jokowi Silaturahmi dengan Eks Kombatan GAM Pidie

Baca: Eks Panglima GAM Bantah Lahan Prabowo Dimanfaatkan Kombatan

Ketua Panitia kegiatan Sofyan Ismail alias Chombet dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com mengungkapkan, acara tersebut merupakan ajang memperkuat silaturrahmi dan menjaga persatuan dan kekompakan sesama anggota GAM serta bermusyawarah terkait perpolitikan kekinian di Aceh.

Komandan Operasi GAM D-III tersebut, berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memperkokoh persatuan dan kekompakan serta menjadikan sebuah kekuatan untuk terus menjaga perdamaian.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat terus memperkokoh persatuan dan kekompakan dan jadikan kebersamaan kita ini sebagai ujung tombak penjaga perdamaian yang telah berlangsung saat ini,” ungkap Chombet.

Sementara itu Panglima Muda Daerah III Pasee, Hasan Nurdin AB alias Rembo, dalam kesempatan tersebut meminta kepada seluruh jajarannya untuk berada dalam satu payung lembaga mantan kombatan TNA yaitu KPA, jangan ada lagi cerai berai karena perdamaian yang terjadi di Aceh sangat mahal harganya.

“Kami mengajak kepada seluruh TNA untuk tetap berada dibawah payung KPA, yang masih bersebrangan secepatnya kembali jangan ada lagi perpecahan, mari sama-sama kita jaga perdamaian ini sebagai kekuatan kita meraih mimpi yang belum tercapai,” ujar Rembo.

Panglima Pusat GAM/KPA H. Muzakir Manaf mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh jajaran KPA D-III Pasee yang masih kompak dan bersatu, buktinya ribuan mantan TNA tersebut turut hadir ambil bagian pada kegiatan tersebut.

Dirinya berharap, kegiatan seperti ini dapat dilakukan beberapa kali dalam setahun yang gunanya dapat menjaga dan menjalin silaturrahmi sesama pejuang GAM.

“Semasa di belantara kita bisa bersatu, mari kita bersama-sama merawat perdamaian Aceh ini, jangan berpecah belah karena sangat mahal nilai perdamaian ini. Kami juga berharap kepada seluruh jajaran untuk memenangkan rekan-rekan kita dari Partai Aceh yang berjuang menuju parlemen,” ungkap Mualem. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved