Salam

Keluarga Harusnya Mencegah Korupsi

Pledoi tiga terdakwa kasus tindak pidana korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Irwandi Yusuf, Henri Yuzal

Keluarga Harusnya Mencegah Korupsi
SERAMBINEWS.COM/IST
Trio Terdakwa Korupsi DOKA, Irwandi Yusuf, Hendri Yuzal dan T Saiful 

Pledoi tiga terdakwa kasus tindak pidana korupsi Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), Irwandi Yusuf, Henri Yuzal, dan T Saiful Bahri dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, sama-sama menyatakan sangat merindukan keluarganya di Aceh. Irwandi Yusuf dengan suara sedikit tertahan, mengatakan ingin pulang ke Aceh. Ibunya yang sudah tua dan ia masih punya anak sebagai tanggungan. Dengan alasan ini diharapkan keinginannya dikabulkan majelis hakim.

Di sisi lain, mengamati kasus-kasus korupsi yang sudah vonis, kalangan psikolog sosial mengatakan ada konstruksi budaya di Indonesia yang menyebabkan istri dan keluarga biasanya ikut tersandung bila seorang pejabat terbukti melakukan korupsi. Sebaliknya, secara sadar atau tidak, korupsi dilalukan untuk menjaga status sosial dan ekonomi keluarga.

Berbagai modus dilakukan oknum pejabat untuk menyembunyikan dana korupsi, “Istri menjadi tempat menaruh duit, lalu istri yang akan melakukan pencucian uang.” Istri-istri koruptor, biasanya memanfaatkan bisnis pribadi sebagai kedok menyimpan uang. Ya, korupsi biasanya memang bukan kejahatan tunggal. Banyak pihak yang ikut berkongkalikong untuk menilep duit negara, termasuk kerja sama antara suami dan istri.

Terhadap fenomena itu, para cendikia mengingatkan, hidup di zaman sekarang yang penuh dengan tuntutan kehidupan dan aneka persoalan, membuat suami dan istri harus semakin menguatkan hubungan untuk bersama-sama menghadapi setiap bentuk permasalahan dan tantangan. Ada peran yang sangat besar bagi para istri, dalam menjaga dan menguatkan kebaikan suami, agar suami selalu berada di jalan yang benar. Agar suami tetap tegar menghadapi berbagai bentuk godaan yang datang silih berganti, tidak mudah terbujuk oleh situasi, tidak mudah tergoda oleh suasana, yang membawanya melakukan tindak pidana.

Godaan manusia yang sangat berat adalah harta, tahta, dan wanita atau pria. Godaan ini sepertinya bersifat abadi, sudah ada sejak zaman prasejarah, hingga di zaman semoderen ini, dan bahkan sampai akhir zaman nanti. Untuk itu, istri salihah harus menyadari sepenuhnya, tugas dan peran yang sangat besar untuk menjaga dan menguatkan kebaikan suami.

Sayangnya, tidak semua istri bisa berkarakter salihah. “Tidak semua isteri itu bidadari. Ada istri yang teracuni oleh nilai-nilai hedonisme”, ujar Meuthia Hatta, saat menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan. Kalimat itu diungkapkan Meuthia saat berbicara di depan peserta diskusi yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya mohon supaya para istri tidak terlalu konsumtif dan lebih mengedepankan pendidikan moral”.

Sesungguhnyalah upaya pencegahan korupsi harus dimulai dari keluarga. Istri harus berperan aktif untuk mencegah suaminya dari perbuatan korupsi. Jangan sampai isteri justru menjadi faktor pendorong suami untuk melakukan perbuatan korupsi dan perbuatan tercela lainnya. Keluarga harus dijadikan menjadi benteng agar suami dan isteri tidak tersangkut perkara korupsi, secara sendiri-sendiri ataupun bersama-sama.

Ya, penyesalan memang selalu datang kemudian, ketika sandiwara kehidupan akan berakhir. Banyak kotruptor yang sedang meringkuk di penjara atau sekeluar dari penjara sehabis masa hukuman, sering bercerita tentang beban yang ditanggung istri dan anak-anak mereka sangat berat.

Banyak anak-anak yang ayahnya tersandung kasus korupsi minta pindah sekolah ke kota lain karena malu pada teman-teman sekolahnya. Dan, tak jarang pula anak-anak yang secara psikologis mengalami gangguan sehingga nilai-nilai pelajaran di sekolahnya anjlok.

Begitulah antara lain dampak kasus korupsi yang menimpa seorang suami atau ayah. Istri dan anak-anaknya harus menanggung beban mental berat di tengah masyarakat, lingkungan sekolah, dan lain-lain. Maka, seperti sudah kita ingatkan tadi, agar tak menyesal kemudian, maka sejak dini menjadilah istri-istri yang selalu menjaga agar suami tak terdorong untuk untuk melalukan korupsi. Demikian pula bagi anak-anak, jadilah anak-anak yang hidup sederhana, tak banyak meminta sehingga ayah atau bapak tercegah dari korupsi.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved