UPN Veteran Jawa Timur Gelar Bedah Buku Karya Prof Jasman, Pembicara Empat Profesor

UPN Veteran di Jawa Timur, mengadakan simposium nasional membedah buku karangan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof Dr Jasman J Ma'ruf MBA ..

UPN Veteran Jawa Timur Gelar Bedah Buku Karya Prof Jasman, Pembicara Empat Profesor
For Serambinews.com
Empat profesor ketika bedah buku karya Prof Jasman J Ma'ruf di UPN Veteran Jawa Timur, Kamis (4/4/2019). 

UPN Veteran Jawa Timur Gelar Bedah Buku Karya Prof Jasman, Pembicara Empat Profesor

Laporan Rizwan | Meulaboh

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Jawa Timur, mengadakan simposium nasional membedah buku karangan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU) Prof Dr Jasman J Ma'ruf MBA, Kamis (4/4/2019).

Kegiatan di Aula Gedung Pasca Sarjana UPN Veteran dengan buku berjudul “Assessment Center” yang dipandu  Prof Dr Ir Teguh Soedarto MP (Rektor UPN Jatim 2014-2018) serta pembahas 4 pofesor yaitu Prof Dr Ir  Sari Bahagiarti MSc (Rektor UPN Veteran Yogjakarta 2014-2018), Prof  Dr Sulistiono DEA (Rektor Institut Teknologi Kalimantan) Prof Dr Rudi Priyadi MS (Rektor Universitas Siliwangi) dan Prof Dr Ir Syarif Imam Hidayat MM. 

Baca: Warga Pidie Terima Dana PKH Rp 80,3 Miliar, Ini Jumlah Penerima

Pers rilis diterima Humas UTU Meulaboh menjelaskan bahwa bedah buku dihadiri civitas akademika dari sejumlah universitas serta Prof Dr Gumawan Suwotodininggrat dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Prof  Teguh Soedarto memberikan apresiasi buku karya Prof Jasman J Maruf karena dapat menjawab tantangan selama ini dan semua membutuhkan pemimpin yang dapat membawa negara menjadi maju dengan cepat dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. 

Baca: Sejumlah Ruas Jalan di Aceh Tengah Tertimbun Longsor, Ini Lintasan yang Terganggu

"Dengan proses perekrutan yang benar akan didapat pemimpin yang sesuai harapan untuk kemajuan bangsa kata moderator mengawali acara bedah buku. Assessment Center saat ini merupakan satu-satunya buku terkait uji kompetensi jabatan pemimpin tinggi yang telah terbit," katanya.

Buku yang telah beredar luas melalui jaringan toko buku Gramedia Pustaka Utama telah menjadi pegangan bagi para Assessor dari berbagai kementerian dan Pemerintah Daerah dalam memilih pemimpin tinggi. 

Baca: Seorang Pelanggar Syariat Islam di Pidie Gagal Dicambuk 100 Kali, Ini Penyebabnya

Prof Jasman menyampaikan bahwa hal terpenting dalam proses perekrutan sebagaimana buku yang ditulisnya berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Nasional (ASN) dan PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil ( PNS) secara mendetail merinci proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) baik mengenai pesyaratan, kualifikasi, Kompetensi yang diperlukan, maupun mekanisme rekruetmennya.

"Dalam setiap seleksi jangan minta peserta tes menghayal tapi sampaikan prestasi dan kebanggaan dan realitas yang telah dicapai. Selain kualitas juga loyalitas sangat diperlukan dalam perekrutan pejabat," kata Jasman.

Prof Rudi Priyadi sebagai pembahas pertama menyampaikan bahwa buku ini sebagai produk inovatif dan sangat berkontribusi bagi pengembangan SDM yang menjelaskan tulisan sangat bagus untuk memilih pemimpin yang kredibel.

"Buku ini menjadi referensi untuk institusi bagi institusi dalam memilih pimpinan tinggi. Masukan terkait buku Assessment Center terdapat data terkait ketimpangan ekonomi (IMF) perlu diupdate dalam setiap penerbitan edisi baru selain juga perlu diisi  indeks tingkat kemudahan berusaha, indeks persepsi korupsi dan indeks efektifitas pemerintah," katanya.

Prof Sari Bahagiarti dalam pembahasan kedua sangat mengapresiasi buku yang ditulis dengan sistimatika yang cukup menarik yang paling menarik dari Assessment Center adalah tulisan diawali dengan reformasi birokrasi yang bisa menjawab kondisi saat ini yaitu meningkatan kualitas pelayanan publik. 

"Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi orang yang dipimpininya. Yang menarik juga seorang pejabat pemerintah harus menyelesaikan berbagai aspek kehidupan. Seorang calon pemimpin juga harus mempelajari ilmu manajemen, namum menurut pembahas kedua menjadi seorang pejabat tidak harus mendapat pendidikan formal di bidang menajemen," ulasnya.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved