Wajarkah Anak Memukul Orang Tua Karena Kesal? Jangan Didiamkan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kita jadi bertanya-tanya, mengapa orangtua membiarkan saja anaknya berperilaku semena-mena, seperti memukul atau menarik rambut mereka.

Wajarkah Anak Memukul Orang Tua Karena Kesal? Jangan Didiamkan, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Dini
Jangan Diam Ketika Anak Memukuli Mama karena Kesal 

SERAMBINEWS.COM - Kita mungkin kerap melihat kejadian berikut ini: anak memukuli ibunya sebagai ekspresi rasa kesalnya. Ibunya pun ketika disakiti justru diam saja. Eh, kok begitu, ya?

Kita jadi bertanya-tanya, mengapa orangtua membiarkan saja anaknya berperilaku semena-mena, seperti memukul atau menarik rambut mereka.

Orangtua seperti ini tidak menyadari bahwa jika ia tidak bersikap tegas ketika anak memukul ibunya, berarti secara tidak langsung ia mengajarkan perilaku tersebut diperbolehkan.

“Anak akan menganggap bahwa ia boleh melakukan hal tersebut, karena dari orangtualah anak-anak belajar mengenai perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima oleh masyarakat,” kata Endang Fourianalistyawati, MPsi, dosen dan psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI Jakarta.

Baca: Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Isra Mikraj

Baca: Hasil Survei Indikator Politik, Kaum Terpelajar Lebih Banyak Memilih Prabowo-Sandi, Ini Alasannya

Baca: Disebut Yusril Meragukan Keislaman Prabowo, Ini Bantahan Habib Rizieq: Insaf dan Sadarlah

Jika perilaku anak memukul ibu dibiarkan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kasar, suka mem-bully, bahkan menjadi anak yang tidak bisa diatur.

“Dalam perkembangannya, ia mungkin menjadi anak yang kerap melakukan kenakalan karena emosinya mudah tersulut saat  keinginannya tidak tercapai dan sejak kecil tidak diajarkan bagaimana meregulasi emosi dengan baik, agar tidak bertindak semena-mena,” papar Endang lagi. Wah, enggak banget ya?

Mencontoh orangtua

Selain itu, menurut Endang, orangtua sering kali tidak menyadari bahwa mereka sendirilah yang mencontohkan perilaku semena-mena tersebut karena tidak menyadari bahwa perilaku anak memukul ibu tersebut bisa menimbulkan masalah.

Misalnya, di rumah ecara tidak sadar memperlakukan orang-orang yang bekerja di rumah dengan semena-mena—menyuruh sesuatu tanpa memerhatikan bahwa si mbak perlu beristirahat, atau mengabaikan waktu makan siang sopir sembari tetap menyuruhnya mengantar ke sana kemari.

Baca: Jangan Bawa Bintang Bulan Saat Kampanye

Baca: Cekik Bayi yang Diasuhnya hingga Tewas, Babysitter Ini Mengaku Hanya Ingin Menidurkannya Saja

Ingat, anak belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh orangtua dan lingkungannya.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved