Cara China Menjajah Negara Lain, Meminjamkan Uang dalam Jumlah Besar Hingga Mustahil untuk Dilunasi
Negara-negara berkembang mulai dari Pakistan hingga Djibouti, dari Maladewa hingga Fiji, semua berutang besar ke Cina.
SERAMBINEWS.COM - China sedang 'menjajah' negara-negara yang lebih kecil dengan meminjamkan sejumlah besar uang yang tidak akan sanggup mereka dibayar.
Negara ini dituduh memanfaatkan pinjaman besar-besaran agar dapat merebut aset dan membangun pangkalan militer di negara-negara kecil dunia ketiga.
Negara-negara berkembang mulai dari Pakistan hingga Djibouti, dari Maladewa hingga Fiji, semua berutang besar ke Cina.
Bukan sekadar perkiraan, dilansir dari The Sun, nyatanya memang sudah ada negara yang menunggak hutang dan dipaksa untuk menyerahkan kendali aset negaranya atau harus mengizinkan China untuk mempunyai pangkalan militer di negara tersebut.

Negara-negara di seluruh dunia berhutang banyak kepada Presiden China Xi Jingping The Sun
Baca: Kepala Kakek Sulaiman Robek Usai Laga Kambing Revo dengan Vario
Baca: SEDANG BERLANGSUNG, Live Streaming Jonatan Christie Vs Chen Long Semifinal Malaysia Open 2019
Baca: Keluarga Korban Rumah Terbakar Bersama Bayinya Tinggal di Tenda
Ada yang menyebutnya "diplomasi jebakan utang" atau "kolonialisme utang."
Mereka menawarkan pinjaman bagi negara-negara yang tidak mampu membayar, dan kemudian menuntut konsesi ketika mereka gagal.
Salah satu yang harus menanggung konsesi ini adalah Sri Lanka.

Ekonomi China tumbuh pesat hingga muncul banyak miliarder di sana.
Tahun lalu Sri Lanka menyerahkan pelabuhan ke perusahaan-perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah China dengan sewa 99 tahun.
Sementara itu, di Djibouti, tempat markas utama militer AS di Afrika, juga tampaknya akan menyerahkan kendali atas pelabuhan ke perusahaan Beijing.
Maret lalu, mantan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson mengatakan bahwa Beijing melakukan praktik peminjaman predator, dan transaksi korup untuk menjadikan negara-negara kecil terbelit utang untuk kemudian melemahkan kedaulatan mereka.
Baru-baru ini, diplomasi jebakan utang ini bahkan telah meluas hingga ke Pasifik.
Baca: Modus Baru Politik Uang Pemilu 2019, PPATK Sebut Peserta Pemilu Beli Suara Pakai e-Money & Asuransi
Baca: Diserang Pengguna Internet, Hotel-hotel Mewah Milik Sultan Brunei Tutup Akun Media Sosial
Beijing membuat pulau-pulau buatan manusia di Laut Cina Selatan dan hal itu dikhawatirkan akan digunakan sebagai pangkalan militer.
Bahkan, pada April lalu China mendekati Vanuatu, negara kepulauan di Samudra Pasifik selatan untuk mendirikan pangkalan militer.