Jepang Siapkan Dana Hibah

Pemerintah Jepang melalui program Official Development Assistance (ODA), sedang menyasar masyarakat

Jepang Siapkan Dana Hibah
IST
KEPALA BNN RI, Komjen Heru Winarko (kanan) memberikan bingkisan hasil P4GN melalui Program Alternative Development di Aceh, seperti Kopi Gayo, Bubuk Kunyit Aslam, Handycraf dan lainnya kepada Director Administrative and General Affairs Division, Tatsuo UEDA dari Badan Narkotika Jepang saat delegasi kedua negara itu bertemu di Vienna, Austria, Kamis (14/3). 

* Untuk Masyarakat Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Jepang melalui program Official Development Assistance (ODA), sedang menyasar masyarakat di berbagai negara bekembang di seluruh dunia, untuk memberi bantuan berupa dana hibah atau disebut grassroots. Untuk Aceh khususnya, dana hibah itu akan disalurkan oleh Konsulat Jepang di Medan

Bantuan dana hibah ini diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Jepang untuk mewujudkan pembangunan ekonomi dan sosial. Hal itu dikatakan Vice Consul Konsulat Jepang di Medan, Masamu Yamamori, saat berkunjung ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Jumat (5/4).

Kedatangan Masamu Yamamori disambut Manager Newsroom Serambi Indonesia, Bukhari M Ali. Yamamori khusus datang ke Aceh untuk menyampaikan informasi bantuan Pemerintah Jepang tersebut. “Saya khusus datang ke sini untuk menyebarluaskan informasi ini. Selama ini kita sudah sering membantu pembangunan proyek-proyek sekolah di Aceh, tapi informasi tentang ini, khusus untuk dana hibah ini masih kurang,” kata Yamamori.

Dia mengatakan, dalam program ODA, ada tiga jenis bantuan yang disediakan Pemerintah Jepang. Pertama, pinjaman Yen, kerja sama teknik, dan bantuan dana hibah. “Khusus untuk pinjaman Yen dan kerja sama teknik, itu kerja sama pemerintah. Tapi yang dana hibah ini sasarannya masyarakat melalui yayasan atau lembaga-lembaga pendidikan, kesehatan, dan sebagainya,” kata Yamamori yang fasih berbahasa Indonesia.

Dia menjelaskan, dana hibah atau grassroots adalah salah satu skema bantuan hibah dari Pemerintah Jepang yang sudah dimulai sejak 1989. “Program ini sudah dilaksanakan lebih di 140 negara,” katanya.

Menurut Yamamori, melalui dana hibah ini, pihak Pemerintah Jepang menyediakan dana langsung dan cepat bagi setiap penerima. Total maksimal dana yang bisa dicairkan mencapai Rp 1 miliar. “Satu miliar itu maksimal, dananya untuk pembangunan fisik bukan untuk kegiatan lain,” katanya.

Untuk Indonesia sendiri, bantuan dana hibah Jepang tersebut sudah tersebar di sejumlah provinsi, seperti Sumatera Utara ada 57 proyek telah dikerjakan, Sumatera Barat 4 proyek, Riau 2 proyek, dan Aceh sendiri sudah ada sembilan proyek bantuan. “Untuk tahun ini ada dua proyek yang sedang berjalan di Aceh, pembangunan gedung SMP dan panti asuhan. Dua-duanya di Aceh Utara,” ujar Yamamori.(dan)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved