Wakapolres Bener Meriah: Hoaks Menjadikan Demokrasi tidak Sehat

Wakapolres Bener Meriah, Kompol Benny Maniani Arief SIK, menyorot banyaknya berita bohong atau hoaks bertebaran

Wakapolres Bener Meriah: Hoaks  Menjadikan Demokrasi tidak Sehat
Berita palsu atau bohong (hoaks) kini banyak bertebaran di dunia maya. Masyarakat diimbau dapat memilah berita asli dan berita hoaks dengan memverifikasi melalui sumber-sumber tepercaya.(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN) 

REDELONG - Wakapolres Bener Meriah, Kompol Benny Maniani Arief SIK, menyorot banyaknya berita bohong atau hoaks bertebaran menjelang Pemilu 2019. Hoaks tersebut digunakan sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik.

“Berita bohong kerap kali dipergunakan untuk menjatuhkan lawan politik, sehingga membuat demokrasi menjadi tidak sehat dan merusak persatuan dan kesatuan,” ungkap Wakapolres.

Hal itu disampaikannya ketika menggelar apel besar potensi masyarakat (Potmas), di Mako Kompi 3 Yon B Pelopor, Kampung Pante Raya, Jumat (5/4).

Selain hoaks, isu-isu identitas juga semakin menguat dengan mengangkat isu-isu SARA. Hal ini ia katakan, telah menjadi salah satu strategi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal lanjutnya, Pemilu merupakan kesempatan berharga bagi masyarakat untuk memilih calon legislatif dan presiden, yang akan memperjuangkan aspirasi rakyat. “Seharusnya, Pemilu untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin. Momen ini harus menjadi ajang unjuk kompetensi, program, dan kapabilitas untuk mendapatkan kepercayaan rakyat yang akan memilihnya,” tegasnya.

Untuk saat ini, pihaknya bersama Bawaslu telah mengeluarkan Indeks Kerawanan Pemilu 2019, yang diprediksi akan timbul dalam penyelenggaraan, khususnya di Kabupaten Bener Meriah. “Dalam Pemilu ini muncul berbagai kerawanan seperti menyebarnya berita bohong atau tipuan dan memperjuangkan politik identitas,” sebut Kompol Benny.(c51)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved