Abdya Gelar Pameran Pembangunan

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH membuka secara resmi ‘Pameran Pembangunan

Abdya Gelar Pameran Pembangunan
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
BUPATI Abdya, Akmal Ibrahim SH memberikan penjelasan kepada Kapolres dan tamu undangan tentang kambing boer di stand Dinas Pertanian dan Pangan usai pembukaan Pameran Pembangunan di jalan dua jalur, Kompleks Perkantoran pemkab setempat, Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie, Sabtu (6/4). 

BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH membuka secara resmi ‘Pameran Pembangunan dan Pentas Seni’, Sabtu (6/4), di jalan dua jalur, Kompleks Perkantoran Pemkab Abdya di Desa Keude Paya, Kecamatan Blangpidie. Pameran pembangunan dan pentas seni yang direncanakan digelar selama empat hari pada 6-9 April itu dalam rangka memeriahkan rangkaian HUT Ke-17 kabupaten tersebut.

Bupati Abdya, Akmal Ibrahim mengatakan, pameran dan pentas seni ini memiliki makna yang sangat strategis dalam upaya menggugah serta mengilas balik kembali sejarah perkembangan serta kemajuan yang telah dicapai selama 17 tahun kabupaten berjuluk ‘Breuh Sigupai’ itu berdiri.

Akmal mengklaim, selama ini pemerintah telah berupaya keras melakukan pembangunan di berbagai sektor, dan telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Namun, yang selalu terjadi di kalangan masyarakat bawah adalah informasi yang berbeda dari fakta yang ada atau informasi yang diputarbalikkan untuk menghambat program pembangunan yang sedang berjalan,” ujarnya.

Menurut Akmal, informasi yang simpang siur itu kemudian menimbulkan kebingungan dan akhirnya masyarakat memberikan penilaian yang kurang baik terhadap pemerintah. “Oleh karena itu, dengan digelarnya pameran pembangunan dan pentas seni tersebut, ini menjadi salah satu media yang diberikan pemerintah untuk memperlihatkan langsung produk hasil dari pembangunan dalam berbagai bidang,” ungkapnya.

Selain itu, paparnya, pergelaran pameran dan pentas seni ini juga merupakan ajang untuk mempromosikan kesenian daerah serta berbagai hasil kerajinan tangan dan industri kreatif masyarakat yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. “Jika kegiatan serta karya-karya seni daerah kita tidak diberdayakan dan menjadi perhatian kita bersama, maka tidak tertutup kemungkinan seni dan budaya itu akan hilang tergerus perkembangan zaman,” tukasnya.

Seusai membuka acara tersebut, Akmal Ibrahim bersama istri, dengan ditemani Wakil Bupati (Wabup) Muslizar MT, Kapolres, Dandin 0110, dan para asisten, mengunjungi sejumlah stand milik SKPK, stand Polres, serta Kodim 0110. Pada stand Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Akmal menjelaskan secara detail kepada Kapolres serta Dandim tentang padi dan kambing boer.

“Kambing ini sangat bagus, seumur ini (2 tahun) harganya mencapai 25 juta. Jadi, sebulan perkembangannya itu satu juta, kalau umur 20 bulan maka harga kambingnya 20 juta,” terang Akmal.

Akmal berencana akan mengawinkan kambing boer itu dengan kambing kampung. Jika, dikawinkan dengan kambing kampung, maka kambingnya akan lebih besar dari biasanya. “Jadi, hasil perkawinan kambing boer ini dengan kambing kampung, maka namanya burka,” pungkas Akmal.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved