PDPA Berubah Jadi PT Pembangunan Aceh

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kamis (4/4), menandatangani akta pendirian PT Pembangunan Aceh (PT PEMA)

PDPA Berubah Jadi PT Pembangunan Aceh
IST
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menandatangani akte pendirian PT Pembangunan Aceh, perubahan dari Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), Kamis (4/4). 

BANDA ACEH - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kamis (4/4), menandatangani akta pendirian PT Pembangunan Aceh (PT PEMA) yang merupakan perubahan dari Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA). Penandatanganan akta tersebut dilaksanakan di Aula Pendopo Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Hadir pada acara penandatanganan itu, Ir Zubir Sahim MSc, yang menjadi bidan perubahan PDPA menjadi PT PEMA dalam kapasitasnya sebagai Plt Dirut PDPA, yang selanjutnya dipercaya sebagai Plt Dirut PT PEMA. Hadir juga Asisten II, dr Taqwallah MSi, Kepala Biro Ekonomi, Kadis BPKA Bustami, dan anggota DPR Aceh, Tanwier Mahdi.

Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintahan Aceh, Wiratmadinata SH MH. Mengutip Plt Gubernur, Wiratmadinata mengatakan, tujuan dari kebijakan mengubah status hukum PDPA menjadi PT PEMA adalah agar terjadi perubahan fundamental dalam tata kelola kelembagaan perusahaan, sebagai suatu entitas bisnis dengan pendekatan manajemen professional serta modern.

Wira mengaskan, kehadiran PT PEMA yang menggantikan perusahaan daerah itu diharapkan bisa lebih sederhana dan tidak berbelit-belit dengan birokrasi, sehingga lebih mudah dalam menggerakan ekonomi Aceh.

Selanjutnya, kata Wira, PT PEMA akan menjadi perusahaan induk atau holding company, yang menaungi anak-anak perusahaan yang akan dibentuk, termasuk sebagian yang sudah ada. “Hal ini nantinya bisa disinergikan dengan perusahaan daerah milik kabupaten di daerah masing-masing, bisa dibuat badan usahanya, dan menjadi anak Perusahaan PT PEMA,” sebutnya.

Dikatakan, pembentukan PT PEMA ini juga merupakan langkah kongkrit Pemerintah Aceh dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. “Pak Nova meyakini bahwa APBA itu fungsinya sebagai stimulan, sedangkan pembangunan Ekonomi yang paling strategis harus dilakukan melalui bisnis, baik perdagangan dan jasa. Peran itulah yang akan diisi oleh PT PEMA bersama dengan pelaku bisnis atau private sector,” ulas Wira.

Dengan Kehadiran PT PEMA, saat ini pemerintah telah memiliki dua perusahaan daerah yang dikelola secara swasta. Yaitu PT Bank Aceh, yang telah diubah menjadi PT Bank Aceh Syariah. Kedua perusahaan diharapkan dapat membantu Pemerintah Aceh dalam meningkatkan Pendapatan Aceh, mendorong dunia usaha, mengurangi pengangguran serta menurunkan angka kemiskinan.(infokominsa/*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved