Tangkal Dampak Negatif Gadget, DSI Gelar Seminar untuk Mahasiswa Hingga Orang Tua

Seratusan mahasiswa dan siswa dari sejumlah perguruan tinggi dan sekolah di Banda Aceh mengikuti seminar mengurangi dampak negatif penggunaan gadget.

Tangkal Dampak Negatif Gadget, DSI Gelar Seminar untuk Mahasiswa Hingga Orang Tua
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
Para peserta saat mengikuti seminar, Minggu (7/4/2019) di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh. 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seratusan mahasiswa dan siswa dari sejumlah perguruan tinggi dan sekolah di Banda Aceh mengikuti seminar mengurangi dampak negatif penggunaan gadget.

Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh untuk memlindungi masyarakat dari pengaruh arus perkembangan teknologi.

Kegiatan digelar di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh dalam dua tahap. Tahap pertama Minggu (7/4/2019) menyasar mahasiswa dan pelajar dan Selasa (9/4/2019) menyasar para orang tua.

Para pemateri yang dihadirkan merupakan para akademisi, ahli, dan movitator nasional maupun lokal.

Kabid Penyuluh Agama Islam dan Tenaga Dai DSI Aceh, Nizami Taufik S.Sos mengatakan, seminar itu dilaksanakan untuk mencegah dampak penggunaan kemajuan teknologi informatika atau gadget di kalangan anak-anak milenial.

Baca: 6 Cara Mengetahui Gadget-mu Asli atau Palsu, Amati Bagian Charger hingga Simbolnya

Baca: Sering Main Gadget, Anak ini Alami Kerusakan Saraf Hingga Susah Berjalan

Baca: Waspadalah! Seorang Anak Terkena Kanker Darah Akibat Kecanduan Gadget

“Saat ini anak-anak sudah sangat akrab dengan gadget, jadi kalau bisa diantsipasi maka mereka akan dipengaruhi dan terkena dampaknya, yang nanti dapat mengubah prilaku,” ujar Taufik.

Dalam seminar itu, mereka sengaja menyasar mahasiswa dan pelajar. Karena generasi muda itu memang sangat akrab dengan teknologi dalam aktivitasnya sehari-hari.

Sehingga jika tidak bisa memilah antara negatif dan positif, maka mereka akan merasakan dampaknya.

Dalam waktu dekat, DSI juga akan menggelar seminar serupa dengan menyasar kaum ibu atau rang tua. Sehingga mereka akan lebih peduli terhadap anak-anaknya yang saat ini akrab dengan gadget.

“Saat ini melalui gadget di tangannya, semuanya bisa diakses, bayangkan kalau tidak dikontrol tentu akan memberi dampak yang tidak bagus,” tandas Nizami Taufik. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved