SDN Blok Sawah Telantar

Pembangunan gedung SDN Blok Sawah, Kota Sigli sudah telantar selama empat tahun lebih, terutama ruang kelas belajar

SDN Blok Sawah Telantar
SERAMBI/NUR NIHAYATI
TIANG bangunan SD Negeri Blok Sawah, Kota Sigli belum dilanjutkan pembangunannya sejak empat tahun lalu hingga, Senin (8/4). 

* Para Murid Menumpang di Bekas SMPN 3 Sigli

SIGLI - Pembangunan gedung SDN Blok Sawah, Kota Sigli sudah telantar selama empat tahun lebih, terutama ruang kelas belajar (RKB). Sekitar 84 murid sekolah tersebut harus menumpang di bekas gedung SMP 3 Sigli di Blok Bengkel, Kota Sigli, juga selama pembangunan gedung baru, seusai gedung lama terkena perluasan Masjid Agung Al-falah, Sigli.

Bangunan baru SD Negeri Blok Sawah terletak di Jalan Baru, Blok Sawah, tetapi belum rampung dibangun, sehingga tidak bisa digunakan untuk proses belajar mengajar. Amatan Serambi, Senin (8/4) bangunan ruangan kelas hanya sebatas tiang pondasi dan belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan kembali pembangunannya.

Sedangkan pagar, ruangan guru di sisi gedung terlihat sudah rampung dibangun. Akibat kondisi itu, puluhan murid SDN Blok Sawah belajar dengan ruangan terbatas, dimana satu ruang disekat jadi dua kelas, bahkan ada satu ruang jadi tiga kelas.

Ruangan kelas 1 dibagi dengan kelas 3 yang dibatasi dengan triplek dan satu ruangan besar berukuran 2x4 meter dan jejeran kursi hanya dua baris yang biasanya empat baris. Untuk kantor guru dibagi jadi tiga ruang kelas 2 dan pustaka.

“Ruang pustaka hanya bisa masuk saat waktu istirahat,” ujar seorang guru SDN Blok Sawah. Diakuinya, kondisi tidak nyaman, tapi harus tetap mengajar, sehingga jumlah murid berkurang 200 persen lebih.

“Sebelum SD direlokasi, jumlah murid sebanyak 253 orang, tetapi saat ini 84 orang,” ujar seorang guru lainnya di SD Negeri Blok Sawah. Selain itu, mereka juga menyekat ruang MCK untuk ruang guru dan kondisi itu sudah berlangsung hampir lima tahun.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pidie, Drs Ridwandi, Senin (8/4) mengatakan, akan mengusulkan anggaran melalui DOKA 2020. “Insya Allah, tahun 2020 akan dilanjutkan kembali pembangunan gedung SDN Blok Sawah,” katanya, seraya menambahkan besaran anggaran untuk membangun enam ruang belajar, baik di lantai bawah maupun dua sebesar Rp 2,5 miliar.

Ridwandi mengungkapkan penyebab tidak dilanjutkan pembangunan karena pada tahun 2017 terjadi salah pendapat. “Kabupaten mengira dianggarkan di provinsi, sebaliknya juga begitu, sehingga hingga 2018 juga demikian sampai dana dikembalikan ke provinsi,” katanya.

Seperti dilansir sebelumnya, pembangunan SD Negeri Blok Sawah, Kota Sigli, Pidie mulai dipertanyakan, karena belum ada tanda-tanda akan dilanjutkan dan di lokasi hanya terlihat kontruksi bangunan pondasi dan tiang saja.

Ketua Komisi E DPRK Pidie, Khairil Syahrial MAP di sela-sela meninjau lokasi, Jumat (1/2/2019) mengaku kecewa melihat kondisi bangunan SD Blok Sawah. “Kami sangat kecewa, seharusnya pihak provinsi tidak membiarkan bangunan telantar,” katanya.

Untuk diketahui, SDN Blok Sawah terkena penggusuran saat perluasan Masjid Agung Al Falah dan tahap awal pembangun SD itu dilakukan pihak provinsi melalui Dana Otonomi Khusus (DOKA) tahun 2017. Tahap berikutnya kembali didanai DOKA sekira Rp 2 miliar lebih, tapi gagal ditender, sehingga telah berakhir tahun dan 2019 provinsi minta Pemkab Pidie usulkan lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Pidie, H Idhami SSos mengatakan, di lokasi SD Blok Sawah saat mendampingi kunjungan dewan pihaknya akan mengusulkan kembali untuk lanjutan pembangunan SD Negeri Blok Sawah.

Saat ini murid SD ini menumpang di bangunan bekas SMP 3 di Blok Bengkel. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk kelanjutan pembangunannya,” demikian Kadisdik Pidie, H Idhami.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved