Warga Aceh Dirampok di Dairi

Masri (60), warga Dusun Ulee Seumen, Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan pada 1 April lalu

Warga Aceh Dirampok di Dairi
IST
MASRI, Warga Aceh Selatan

* Mobil dan Barang Dagangan Dilarikan Pelaku

TAPAKTUAN - Masri (60), warga Dusun Ulee Seumen, Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan pada 1 April lalu, menjadi korban perampokan di Jalan Lintas Lae Pondom, tepatnya di jembatan Desa Silalahi, Kecamatan Sabungan, Kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Selain mobil Mitsubishi jenis L-300 pikap miliknya dirampas beserta barang dagangannya, korban juga ikut dicederai oleh para pelaku. Kasus yang menimpa pensiunan PNS ini sudah dilaporkan Polsek Sumbul, namun hingga kini belum juga ada perkembangan berarti.

“Kejadiannya Senin tanggal 1 April 2019 sekira pukul 23.00 WIB. Sudah kita laporkan ke Polsek Sumbul dengan tanda bukti lapor Nomor: TBL/17/IV/2019/SU/RES DAIRI/SEK Sumbul dan ditandatangani oleh KA SPK Regu B, Aiptu BM Widayanto,” kata Masri kepada Serambi, Senin (8/4).

Masri mengaku heran, kasus yang membuat dia kehilangan mobil beserta seluruh barang dagangannya tersebut belum ada titik terang hingga saat ini. Karenanya, ia berharap, Polda Sumut untuk segera membentuk tim dalam rangka mengusut tuntas kasus perampokan yang dialaminya tersebut.

“Kronologinya, pada pukul 16.00 WIB, kami keluar dari Medan. Sesampai di Jalan Lintas Lae Pondom, tepatnya di jembatan Desa Silalahi, kami dihadang oleh pelaku yang menggunakan dua unit mobil jenis Kijang Innova,” ungkap Masri sembari mengaku pelaku yang turun dari dua mobil tersebut sebanyak 10 orang.

Setelah mobil yang dikemudinya berhenti, kemudian pelaku langsung menghampiri korban dan meminta Masri dan kernetnya turun dari mobil untuk ikut dengan mereka. “Saat itu saya menolak, namun pelaku yang menggunakan senjata tajam terus memaksa dan menghantam kepala saya hingga berdarah,” ungkap Masri.

Karena terus berusaha melawan akhirnya pelaku menggiring paksa Masri untuk naik ke mobil mereka. Namun usaha pelaku gagal karena korban berhasil menendang pelaku saat hendak dinaiki ke mobil pelaku. “Setelah saya terjatuh dan mobil sudah banyak yang ngantri, pelaku langsung melarikan diri dengan membawa kernet, mobil, dan barang dagangan saya yang ada di mobil,” ungkapnya.

Anehnya, lanjut Masri, kendati dia sudah minta tolong dan berteriak bahwa dia jadi korban perampokan, namun para sopir mobil yang antri tidak satupun yang peduli dan terkesan membiarkan dirinya berlumuran darah di jalan. “Jadi, kernet dan mobil berikut barang dagangan saya dibawa pelaku, saya ditinggal sendiri di situ, saya minta bantu satu pun nggak ada yang mau bantu,” ceritanya.

Beruntung, setelah beranjak puluhan meter dari lokasi kejadian, tiba-tiba melintas mobil milik orang Aceh yang kemudian membawa Masri ke Polsek yang mengarahkan dirinya pergi ke puskesmas dulu untuk diobati luka di kepalanya. “Setelah kepala diobati, saya buat laporan ke Polsek Sumbul. Sayangnya sampai saat ini tidak ada perkembangan,” ungkap Masri dengan nada kecewa.

Lebih lanjut, Masri mengaku, selain mengalami luka di bagian kepala, dia juga mengalami kerugian akibat aksi perampokan itu sebesar Rp 278.000.000, terdiri dari uang tunai Rp 38 juta, belanjaan/barang dagangan Rp 20 juta, dan satu unit mobil Mitsubishi jenis L-300 pikap yang baru dibelinya. “Mobil yang dirampas pelaku masih plat putih (baru),” terangnya.

Selain itu, tambahnya, T Rusli, kernet yang bersamanya saat belanja barang dagangan itu ke Medan, Sumatera Utara juga mengalami luka pukul di bagian tangan kanan. “T Rusli sempat dibawa dan dianiaya oleh pelaku dan kemudian dibuang di pinggir jalan. Saat ini, T Rusli masih menjalani pengobatan dan masih sangat trauma,” tukasnya.

Atas kejadian yang menimpanya itu, Masri berpesan, kepada warga Aceh di wilayah pantai barat selatan Aceh untuk waspada dan berhati-hati ketika melintasi kawasan Sumbul, Kecamatan Sabungan, Kabupaten Dairi, Sumut. Ia menyarankan, jika melintas daerah tersebut harus beriring-iringan dengan mobil lain.

“Sebab kejadiannya sudah sangat sering, namun tidak ada yang mengekspos. Makanya, saya minta wartawan datang ke sini (rumahnya) supaya ke depan tidak ada lagi warga Aceh yang jadi korban perampokan di daerah Sumbul,” pungkasnya.(tz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved