Imum tak Tahu Penyebab Mobilnya Ditembak OTK

Asnawi bin M Ali (38), imum meunasah yang juga Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Baitul Munawarrah

Imum tak Tahu Penyebab Mobilnya Ditembak OTK
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Asnawi bin M Ali (38), Imuem Meunasah Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie yang mobilnya ditembak pada Minggu (7/4/2019).

SIGLI - Asnawi bin M Ali (38), imum meunasah yang juga Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Baitul Munawarrah, Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie, mengaku tidak tahu penyebab mobil yang ditumpanginya bersama keluarga ditembak orang tak dikenal (OTK).

Seperti diberitakan kemarin, mobil yang ditumpangi Asnawi bersama istri dan anaknya ditembaki OTK saat melintasi jembatan Seunapet, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Minggu (7/4) sore. Beruntung, mereka tidak mengalami luka sedikit pun dalam insiden itu. Peluru yang ditembakkan OTK tersebut bersarang di busa sandaran kursi sopir atau tempat duduk Asnawi.

Asnawi merasa bersyukur karena ia dan keluarga selamat dari penembakan tersebut. “Alhamdulillah, kami diberi keselamatan, karena kami belum sampai ajal,” ujarnya saat ditemui Serambi, di tempat pengajian yang bersisian dengan rumahnya, Selasa (9/4) sekitar pukul 11.30 WIB.

Hari-hari dilalui Asnawi di tempat tinggalnya dengan menjadi pimpinan sekaligus guru ngaji anak-anak setiap hari pukul 15.00 WIB. “Kalau pengajian untuk ibu-ibu dan bapak-bapak selesai Isya,” ujarnya. Balai Pengajian Baitul Munawarah memiliki 50 santri dan anak-anak tak menginap di tempat tersebut. Tempat pengadian itu baru difungsikan enam bulan lalu dan karena kekurangan balai banyak calon santri ditolak. “Yang ada sekarang dua balai, dan setiap satu balai menampung 15 anak. Karena kita padatkan jadi 50 santri, maka mereka harus duduk berjejer supaya muat semua,” ceritanya.

Bagi Asnawi, peristiwa teror yang menimpanya dan keluarga merupakan sebuah pelajaran besar. “Belum ajal kami. Kalau ajal tiba, tetap juga meninggal meski bukan di ujung peluru,” jelasnya.

Asnawi merupakan pria Kelahiran Baro Yaman, 1 Desember 1982. Istrinya bernama Nazariah ST, merupakan perempuan kelahiran Simpang Balik, 21 Februari 1987. Mereka sudah dikaruniai dua anak yaitu Faul Azkia yang kini sudah duduk di kelas 1 SD dan Fika Nazya (4).

Anak kedua inilah ikut bersama Asnawi saat mobilnya ditembak. Selain imum, Asnawi juga tercatat sebagai anggota Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) Mutiara. “Saya hanya ingin cari pengalaman saja menjadi PPK, kebetulan saya lulus,” kata Asnawi seraya mengaku tetap komit menjalankan tugasnya.

Ia mengaku tidak tahu penyebab mobil yang dikendarainya ditembak OTK. “Saya tidak punya masalah, di PPK juga baru ini pertama saya jalani,” katanya. Hingga kini, Asnawi mengaku ia sekeluarga sehat dan beraktivitas seperti biasa.

Semua kejadian itu tidak menjadi rintangan untuknya menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai guru mengaji maupun di sebagai anggota PPK. “Semua sudah digariskan dalam Lauhul Mahfud. Kami ambil hikmah, belum sampai ajal kami masih diberi keselamatan,” tutupnya seraya berharap ada pihak membantu kemajuan Balai Pengajian dipimpinnya tersebut.(aya)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved