Jembatan Dibangun di Lokasi Semula

Pihak Pemkab Aceh Barat sudah menetapkan jembatan rangka baja Ulee Raket, Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI

Jembatan Dibangun di Lokasi Semula
IST
RAMLI, Ketua DPRK Aceh Barat

MEULABOH - Pihak Pemkab Aceh Barat sudah menetapkan jembatan rangka baja Ulee Raket, Sawang Teubee, Kecamatan Kaway XVI, akan dibangun kembali pada lokasi semula. Pembangunan jembatan tersebut dengan merehab kembali jembatan lama yang roboh akhir tahun 2018 silam dengan anggaran Rp 20 miliar yang sudah disahkan dalam APBK 2019.

Hal itu dikatakan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Bukhari ST dalam sidang pembahasan Dana Alokasi Khusus Aceh (DOKA) 2020 di Gedung DPRK, Selasa (9/4). “Sudah ada keputusan Pak Bupati akan dibangun pada lokasi lama. Kita memperbaiki jembatan lama tersebut,” kata Bukhari.

Kadis PUPR mengatakan itu menjawab pertanyaan Ketua DPRK, Ramli SE dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah kepala dinas lingkup Pemkab. Terhadap pembangunan jembatan Ulee Raket, kata Bukhari, dana sudah mencukupi sebesar Rp 20 miliar yang sudah disahkan dalam APBK 2019.

Ketua DPRK Ramli SE sebelumnya dalam pertemuan itu meminta PUPR memberikan penjelasan terhadap pembangunan jembatan Ulee Raket. Pasalnya, beberapa waktu lalu sudah pernah diturunkan tim independen dari Unsyiah Banda Aceh menyikapi layak tidaknya jembatan tersebut untuk direhab kembali. “Dengan sudah diputuskan akan direhab pada lokasi semula, maka menjadi jelas. Kami juga berharap segera direalisasikan,” katanya.

Menurut sumber Serambi, jembatan Ulee Raket pada rangka baja sisi Sawang Teube tidak akan dibongkar lagi dan pada sisi tengah akan dibangun beton konvensional. Pada sisi Kecamatan Pante Ceureumen akan diadakan sebuah rangka baja baru. Demikian juga saat ini masih dalam tahap lelang perencanaan.

Seperti diberitakan, jembatan rangka baja Ulee Raket di Kaway XVI, Aceh Barat, pada November 2018 lalu roboh sehingga sempat lumpuh transportasi menuju ke Kecamatan Pante Ceureumen dan sejumlah desa di Kaway XVI. Akses lain jalan jauh jaraknya sehingga banyak dikeluhkan. Namun menyikapi jembatan itu DPRK dan Pemkab memplot anggaran Rp 20 miliar.

Terhadap rencana pembangunan baru sempat terjadi prokontra, sejumlah pihak meminta tetap dibangun pada lokasi semula, sementara pihak lain meminta dipindah ke desa lain. Bahkan masing-masing massa sempat melancarkan demo ke DPRK dan kantor bupati. Namun sejumlah warga yang meminta dibangun di lokasi semula ikut merehab jembatan tersebut, sehingga kendaraan roda dua dan pejalan kaki sudah dapat melintasi meski kondisi jembatan miring.

Menyikapi prokontra warga, Polres Aceh Barat dan Kodim 0105 Aceh Barat menggelar pertemuan dengan memanggil aparatur desa dari dua kecamatan tersebut. Turut juga dihadirkan Muspida yakni Ketua DPRK, Ketua MAA, Ketua PN, Kasi Kejari, dan Muspika. Akhirnya disepakati warga untuk saling menahan diri serta akan diturunkan tim independen memastikan lokasi jembatan lama layak atau tidak dibangun kembali.

Sementara itu, DPRK Aceh Barat dan Pemkab, Selasa (9/4), mulai membahas dana DOKA Aceh Barat tahun 2020. Dana tersebut disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif dengan nilai Rp 117,4 miliar untuk 11 dinas lingkup Pemkab. Sidang Selasa kemarin membaha tiga dinas, sedangkan sehari sebelumnya sempat ditunda karena tidak ada data.

Sidang dipimpin Wakil Ketua Usman yang dihadiri Ketua DPRK Ramli, wakil Ketua Samsi Barmi. Sedangkan dari eksekutif dihadiri sejumlah kadis terkait termasuk Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan Bappeda setempat.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved