Langkah Besar Menuju Perubahan Nagan Raya

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya di bawah pimpinan Bupati HM Jamin Idham, SE dan Wakil Bupati Chalidien Oesman

Langkah Besar Menuju Perubahan Nagan Raya
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
BUPATI Nagan Raya M Jamin Idham memperlihatkan sampel batu giok asli yang akan dijadikan bahan material pembangunan lantai Masjid Agung atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Giok di Suka Makmue. 

SUKA MAKMUE - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya di bawah pimpinan Bupati HM Jamin Idham, SE dan Wakil Bupati Chalidien Oesman, SE, MM dengan motto ‘Perubahan’ telah menyusun beberapa langkah besar untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Nagan Raya. Langkah besar itu dilakukan dengan program yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kabupaten tersebut.

Sejumlah program yang sudah mulai berjalan di antaranya, pemberian santunan kematian, penerimaan santri pertama di Madrasah Ulumul Quran (MUQ), melanjutkan pembangunan Masjid Giok, dan pemberian beasiswa untuk mahasiwa kurang mampu.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit Sultan Iskandar Muda (SIM), peningkatan kualitas jalan dan program-program lain yang menyentuh secara langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Bupati Nagan Raya, M Jamin Idham menegaskan, dirinya akan terus berupaya memberikan perubahan untuk menuju kesejahteraan masyarakat Nagan Raya. Selain itu, juga akan membangun terobosan pembangunan lainnya untuk kepentingan daerah dan masyarakat.

Rancangan pembangunan Masjid Agung Kabupaten Nagan Raya atau lebih dikenal dengan Masjid Giok di Suka Makmue akan menjadi salah satu icon baru Kabupaten Nagan Raya. Proses pembangunan kini terus dipicu yang diperkirakan pada tahun 2020, sudah dapat difungsikan sebagai tempat ibadah.

Saat ini, Masjid Giok tersebut tinggal pembangunan lantai yang kini sedang dipersiapkan dengan mengandeng pihak swasta untuk kebutuhan pengolahan lantai dari bahan batu giok asli yang ada di Nagan Raya.

“Kita sudah cek untuk kebutuhan bahan baku giok di Beutong dan masih melimpah. Sehingga kita yakin pembangunan masjid bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada hambatan,” kata Bupati M Jamin Idham.

Dia menyebutkan, pihaknya akan berusaha mengolah batu giok itu di kabupaten tersebut untuk menjamin keaslian batu yang akan dijadikan lantai masjid. Selain itu, pengolahan di daerah juga akan semakin menghemat pengeluaran biaya. Ia menambahkan, untuk tahun 2019, pemerintah akan menyelesaikan finishing bagian luar dan penyediaan bahan lantai yang terbuat dari batu giok asli dengan jumlah anggaran yang dikucurkan tahun ini mencapai Rp 14,9 miliar.

Masjid yang sudah berdiri itu dibangun di atas lahan seluas lima hektare. Sedangkan luas bangunannya sekitar 60x80 meter yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Pemerintahan di Suka Makmue, Nagan Raya.

“Semua bahan giok yang akan dijadikan lantai harus benar-benar berkualitas dan terjamin keasliannya. Masjid tersebut ke depan akan menjadi salah satu ikon Kabupaten Nagan Raya, bahkan dunia,” ucap Bupati. “Saat ini masih banyak persediaan batu giok yang nantinya akan diambil dan diolah untuk bahan lantai masjid,” tukas Bupati M Jamin Idham.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved