Putri Betung, Daerah Penghasil Kakao Terbesar di Gayo Lues Ternyata Kecamatan Termiskin

Kecamatan Putri Betung sebagai penghasil kakao terbesar di Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kecamatan termiskin di kabupaten itu.

Putri Betung, Daerah Penghasil Kakao Terbesar di Gayo Lues Ternyata Kecamatan Termiskin
Angkutan umum melintasi tumpukan material longsor dikawasan Pungke kecamatan Putri Betung, Galus lintasan Blangkejeren-Kutacane yang sempat tertimbun longsor, Selasa (5/12) 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM,BLANGKEJEREN - Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu kecamatan termiskin di kabupaten itu.

Padahal, kecamatan itu merupakan daerah penghasilan kakao (cokelat) terbesar selama ini di Galus.

Hal itu disampaikan Bupati Galus, M Amru, di hadapan ratusan penyuluh pertanian di Blangkejeren, Rabu (10/4/2019).

Menurut Bupati, Kecamatan Putri Betung merupakan daerah termiskin di kabupaten itu berdasarkan data dari statistik.

Bupati Galus, M Amru, dihadapan ratusan penyuluh pertanian di Blangkejeren, Rabu (10/4/2019) mengatakan, Kecamatan Putri Betung merupakan daerah termiskin di kabupaten itu berdasarkan data dari statistik.

Namun untuk perputaran ekonomi masyarakat di kecamatan itu sangat baik dan tinggi dibandingkan perputaran ekonomi masyarakat di kecamatan lainnya.

"Daerah Putri Betung itu merupakan daerah penghasilan kakao terbesar di kabupaten ini, di samping itu juga dikenal dengan penghasilan jagung dan kemiri," katanya.

Baca: Aceh Masih Termiskin di Sumatera

Baca: Aceh Termiskin di Sumatera, Haji Uma Bilang Prihatin Tapi tak Lagi Mengejutkan

Baca: Jose Mujica, Presiden Termiskin di Dunia yang Tak Peduli dengan Penampilan

Bupati Galus mengatakan, hingga saat ini di kecamatan itu tidak ada masyarakat yang memiliki lahan atau tahan seluas 1 hektar yang sudah bersertifikat.

Hal itu disebabkan salah satu faktor karena warga juga sebagian besar masih tinggal dan bermukim di kawasan yang mencakup TNGL.

Berdasarkan catatan Serambinews.com, warga di kecamatan Putri Betung itu sebelumnya sempat diwacanakan oleh pemerintah daerah untuk direlokasi ke daerah lain.

Karena permukiman penduduk di kecamatan itu berada dalam kawasan dan zona taman nasional gunung louser (TNGL) selama ini.

Warga juga sempat resah dengan isu tersebut yang diwacanakan akan di relokasi ke daerah lain seperti di daerah perbatasan Galus dan Aceh Timur atau Aceh Tamiang pada masa kepemimpinan kepala daerah sebelumnya.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved