DPRA Kecam Tindakan Polisi Saat Amankan Demo

Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee, mengecam tindakan polisi yang menurutnya melakukan penanganan

DPRA Kecam Tindakan Polisi Saat Amankan Demo
ist
Azhari Cagee

BANDA ACEH - Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee, mengecam tindakan polisi yang menurutnya melakukan penanganan atau pengamanan demo seribuan mahasiswa yang menolak PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh pada hari pertama, Selasa (9/4), sudah di luar prosedur tetap (protap) pengendalian massa (dalmas).

”Apa yang dilakukan polisi pada demo hari pertama itu di luar kewajaran dan sangat berlebihan. Sebab, dari video-video yang beredar terlihat tak sedikit mahasiswa yang terkena gas air mata dan ada di antara merekan yang terluka dan pingsan akibat tembakan gas tersebut,” tegas Azhari kepada Serambi, kemarin.

Jika merujuk pada aturan penanganan dan pengamanan demo yaitu Peraturan Kapolri Nomor 16 Tahun 2006, menurut Azhari, seharusnya polisi wajib mengedepankan hak asasi manusia (HAM) setiap pengunjuk rasa dan tidak mengedepankan kondisi khusus. “Tapi, apa yang terjadi kemarin (Selasa-red) dimana anggota Polri melakukan tindakan represif termasuk memukul yang menyebabkan mahasiswa berdarah dan pingsan, ini sudah di luar kewajaran dan tidak seperti penanganan demo lain,” ujar Cagee.

Dia mencontohkan demo menolak Lembaga Wali Nanggroe di DPRA beberapa waktu lalu. Ketika itu, sebutnya, mahasiswa merusak pintu gerbang gedung dewan, tapi penanganannya biasa-biasa saja. “Tindakan polisi yang berlebihan seperti ini malah menimbulkan tanda tanya, ada apa dengan PT EMM yang merampas hak Aceh dan izinnya tidak sesuai UUPA,” kata Azhari Cagee.

Ditambahkan, hak warga negara dalam berpendapat di muka umum dilindungi oleh Pasal 28E UUD 1945 dan makanisme pelaksanaannya diatur dalam UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. “Karena itu, kami minta Kapolda Aceh mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum Polri yang bertindak di luar protap saat menangani demo tersebut,” pungkasnya.

Aksi mahasiswa tersebut juga disambut baik oleh sejumlah kalangan, setidaknya warga net di berbagai kanal sosial. Mereka sangat mendukung pergerakan yang dilakukan seribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh tersebut. Bahkan, warga juga menyangkan sikap polisi yang dinilai arogan dalam menangani dan mengamankan aksi mahasiswa pada hari pertama, Selasa (9/4), tersebut.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved