Kawasan APL di Aceh Tengah Hanya 23 Persen

APL yang dimanfaatkan warga menjadi lahan garapan di Kabupaten Aceh Tengah, hanya sekitar 23,32 persen, dari total keseluruhan wilayah Aceh Tengah..

Kawasan APL di Aceh Tengah Hanya 23 Persen
ist
Hutan di Aceh Tengah

Kawasan APL di Aceh Tengah Hanya 23 Persen

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang dimanfaatkan warga menjadi lahan garapan di Kabupaten Aceh Tengah, hanya sekitar 23,32 persen, dari total keseluruhan wilayah Aceh Tengah, seluas 452 ribu hektar.  Di kawasan seluas 23 persen lebih itu, ada yang dijadikan sebagai areal perkebunan serta pertanian.

Baca: Kadisdik Aceh Tengah Minta Guru Aktif Mengawasi Siswanya

Baca: Menteri Sofyan Djalil Tanggapi Permintaan Penambahan APL di Aceh Tengah

Baca: Korban Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Nagan Raya

Sedangkan sisanya, hutan lindung seluas 40,94 persen, taman buru seluas 19,05 persen, hutan produksi tetap 15,31 persen, dan hutan produksi terbatas seluas 1,38 persen. Namun, di dalam kawasan hutan itu, masih banyak terdapat pemukiman warga yang sudah menempati areal itu, sejak puluhan tahun silam.   

Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, Kamis (11/4/2019) mengatakan, ternyata banyak masyarakat yang melakukan aktifitas di dalam kawasan hutan. Alhasil, ada kawasan yang sangat produktif untuk perluasan pertanian, tidak bisa dikembangkan karena masuk dalam kawasan hutan. “Masalah lain, warga yang menggarap lahan di kawasan hutan, dibebani dengan pajak sebesar Rp 1.600 perkilogramnya,” keluh Shabela.

Beberapa tahun sebelumnya, Pemkab Aceh Tengah, juga sudah pernah mengusulkan penambahan APL. Awalnya, kawasan APL di Kabupaten Aceh Tengah, hanya seluas 21 persen dari total 452 ribu hektar. Penambahan yang pernah diusulkan, sekitar 14 persen atau totalnya menjadi 35 persen kawasan APL.

Sayangnya, pemerintah pusat hanya menyetujui penambahan sekitar 2 persen, sehingga total APL sampai dengan saat ini, di Kabupaten Aceh Tengah, hanya 23 persen lebih. Jumlah itu, dinilai masih kurang karena banyak pemukiman warga yang masuk kawasan hutan. Diperkirakan dengan jumlah APL 35 persen, telah mengakomodir seluruh lahan garapan warga. (*) 

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved