Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap: 'Saya Dijual ke Irak, Jadi Korban Pemerkosaan, Dipenjara'

Seorang buruh migran yang dikirim ke Suriah dan Irak secara gelap bercerita tentang pengalaman buruknya dalam kasus "perdagangan manusia terbesar

Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap: 'Saya Dijual ke Irak, Jadi Korban Pemerkosaan, Dipenjara'
RENO ESNIR/ANTARA
Kepolisian mengumumkan penangkapan tersangka perdagangan manusia terbesar. 

Namun, Jingga mengatakan, petugas KBRI mengembalikannya ke agennya.

Di kantor agen di Damaskus, selama satu bulan, Jingga mengatakan dia disiksa di kantor yang dikelola warga negara Indonesia itu.

Baca: AKP Edi ke Syiah Kuala, Jabatan Kapolsek Luengbata Diisi AKP Muhammad Aidil

"Saya dipukulin, rambut saya dipotong, tubuh saya dipamerkan ke orang-orang di kantor itu. Setelah itu saya diterbangkan, dijual ke Irak," ujar Jingga.

Ia mengatakan penderitaannya berlanjut selama ia bekerja selama tujuh bulan di sana. Jingga mengatakan di sana ia kerap disiksa dan diperkosa oleh anak majikannya.

Saat mengadukan hal itu ke majikannya, Jingga mengatakan dia malah dituduh mencemarkan nama baik dan mencuri.

"Saya nggak mencuri sama sekali. Anaknya sendiri yang memperkosa saya. Saya nggak salah. Saya dijebloskan ke penjara dalam keadaan hamil tiga bulan," kata Jingga.

Ia kemudian bebas setelah dijamin oleh pengacara sebuah organisasi kemanusiaan di Irak, Seed Foundation, dan International Organization for Migration (IOM).

Baca: Ruhul Islam Anak Bangsa Wisuda 175 Lulusan

Jingga pulang ke Indonesia pada bulan Februari tahun ini.

"Jangan sampai ada yang berangkat lagi, mohon benar-benar pemerintah nutup ke (jalur) ke Timur Tengah, biar jangan terjadi yang kayak saya ini," kata Jingga.

'Tidak ada laporan'

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved