Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap: 'Saya Dijual ke Irak, Jadi Korban Pemerkosaan, Dipenjara'

Seorang buruh migran yang dikirim ke Suriah dan Irak secara gelap bercerita tentang pengalaman buruknya dalam kasus "perdagangan manusia terbesar

Perdagangan Manusia Terbesar Terungkap: 'Saya Dijual ke Irak, Jadi Korban Pemerkosaan, Dipenjara'
RENO ESNIR/ANTARA
Kepolisian mengumumkan penangkapan tersangka perdagangan manusia terbesar. 

Jingga adalah salah satu dari setidaknya 1.200 orang yang menjadi korban pengiriman tenaga kerja ilegal ke negara Timur Tengah sejak tahun 2014.

Kasus ini baru diungkap pihak kepolisian dan delapan orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kebanyakan korban itu berasal dari Nusa Tenggara Barat dan Jawa Barat.

Mabes Polri mengatakan praktik ini dilakukan oleh empat jaringan berbeda yang merekrut dan mengirim tenaga kerja ke Maroko, Suriah, Turki, dan Arab Saudi.

Baca: Terganggu Suara Musik Pesta yang Terlalu Keras, Seekor Buaya Mati dalam Kondisi Mengenaskan

Kombes Daniel Bolly Tifaona, Kasubdit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Mabes Polri, mengatakan polisi baru mengungkap kasus yang disebut "perdagangan manusia terbesar yang pernah dibongkar Polri" ini karena ketiadaan laporan korban.

"Mungkin dia malu karena diperkosa segala macam, jadi kita tidak tahu ada korban-korban dari negara Timur Tengah itu. Itu kesulitan kita," kata Daniel.

Ia menambahkan Undang-Undang terkait TPPO mewajibkan adanya pelaporan untuk penyidikan. Kasus ini, kata Daniel, akhirnya terungkap setelah sekitar 30 orang melakukan pelaporan ke pihak kepolisian tahun ini.

Meski begitu, Daniel mengakui masih ada jaringan lain yang terlibat dalam kegiatan serupa ini dan kepolisian sedang mencari orang-orang itu.

"Yang kita cari banyak," kata Daniel.

'Tidak tahu soal moratorium'

Halaman
1234
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved