4.000 KK Terima Bantuan Bedah Rumah

Sebanyak 4.000 kepala keluarga (KK) yang berpenghasilan rendah di 14 kabupaten/kota di Aceh akan mendapat Bantuan

4.000 KK Terima Bantuan Bedah Rumah
Serambi Indonesia
Komunitas Kami Peduli Bireuen Mulai Bedah Rumah Darna di Pulo Seuna 

BANDA ACEH - Sebanyak 4.000 kepala keluarga (KK) yang berpenghasilan rendah di 14 kabupaten/kota di Aceh akan mendapat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2019. Total bantuan bedah rumah dari pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu mencapai Rp 70 miliar, dengan biaya rehab per rumah Rp 17,5 juta.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Aceh Kementerian PUPR, Lilik Lastantyo Adiarso ST MT, di sela penandatanganan kerja sama terkait penyaluran BSPS 2019 dengan Bank BTN Banda Aceh, Kamis (11/4) di Hotel Grand Arabia, Banda Aceh. Penandatangan MoU itu juga dihadiri PPK Rumah Swadaya, Muhammad Anggit Kadri ST MMSI dan Branch Manager BTN Kantor Cabang Banda Aceh, Joni Yusran.

Lilik Lastantyo mengatakan, ada 4 ribu unit rumah tidak layak huni yang akan dibedah dengan total nilai Rp 70 miliar, yang tersebar di 14 kabupaten kota, di antaranya Aceh Besar, Nagan Raya, Abdya, Simeulue, Aceh Timur, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, dan lainnya. “Setiap KK akan diberikan bantuan Rp 17,5 juta, dengan rincian Rp 15 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah pekerja,” ujarnya.

Dia menambahkan, alokasi dana rehab rumah tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Tahun 2018, kata Lilik, PUPR mengalokasikan bantuan rehab untuk 3.500 rumah di Aceh, dengan biaya per unitnya Rp 15 juta. “Tahun ini Satker kami bekerja sama dengan BTN yang sudah berpengalaman dalam bidang ini. Semoga bantuan pemerintah ini bisa tersalur ke masyarakat dengan tepat sasaran, tepat guna, dan akuntabel,” harapnya.

Dijelaskan, BSPS merupakan bantuan rehab rumah dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu berupa stimulan (pendorong), dengan tujuan terbangunnya rumah layak huni. BTN sendiri terpilih melalui proses seleksi sebagai bank penyalur dana BSPS 2019 di Aceh. “Kami memilih BTN karena ketersediaan kantor cabangnya serta pengalaman dalam membuka banyak rekening,” timpal Lilik Lastantyo.

Sementara Branch Manager BTN Kantor Cabang Banda Aceh, Joni Yusran menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PUPR atas kepercayaannya terhadap bank tersebut dalam menyalurkan bantuan pemerintah. “Ini bukan hal baru bagi kita. Kami sudah menjalankan program seperti ini sejak lama, termasuk menyalurkan bantuan bidik misi hingga dana gampong,” kata Joni, dan menyebut BTN sudah memiliki sistem yang kuat.

Pada bagian lain, Branch Manager BTN Kantor Cabang Banda Aceh, Joni Yusran mengatakan, pihaknya sudah mengantongi 4.000 KK penerima dana rehab rumah BSPS 2019 dari pemerintah. Dana Rp 17,5 juta per rumah itu selanjutnya akan disalurkan ke rekening penerima, namun tidak bisa dicairkan dalam bentuk tunai. “Tujuannya supaya penyaluran bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna. Hanya untuk rehab rumah, tidak boleh digunakan untuk hal lain,” ujarnya.

Dijelaskan, penyaluran bantuan itu ke masyarakat akan berlangsung hingga akhir tahun. Para penerima BSPS sebelumnya telah memenuhi kriteria yang disyaratkan pemerintah, serta mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah. “Jadi pembayarannya nanti dengan transfer ke rekening toko material. Masyarakat silakan ambil pasir, batu bata, besi, dan lain-lain, namun pembayarannya lewat transfer,” pungkasnya.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved