Salam

Musrenbang Jangan Sekadar Formalitas

Pemerintah Aceh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh

Musrenbang Jangan Sekadar Formalitas
Serambi
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, memberi sambutan saat acara musrenbang di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Rabu (10/4/2019). SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL 

Pemerintah Aceh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) 2020 yang dibuka Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT di Hotel Hermes Banda Aceh dua hari lalu. Dari segi peserta yang mencapai 800 orang, musrenbang kali ini tergolong kolosal dan sangat representatif.

Dalam musyawarah tersebut Bappeda Aceh mengundang semua unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, para bupati/wali kota dan kepala Bappeda se-Aceh, seluruh mantan gubernur dan wakil gubernur Aceh, kalangan pengusaha, sejumlah asosiasi, unsur perempuan, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, bahkan Forum Anak.

”Musrenbang sangatlah penting, karena gagal perencanaan berarti merencanakan kegagalan. Musrenbang itu juga ia harapkan dapat mencapai tujuan utamanya, sebagaimana yang dirumuskan di dalam tema acara tersebut, yakni memacu pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan daya saing dan infrastruktur yang terintegrasi,” kata Nova Iriansyah.

Plt Gubernur mengingatkan, “Ada hal-hal yang anomali terjadi di Aceh dan perlu dicermati. “Angka kemiskinan dan pengangguran kita di Aceh masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi daerah kita pun rendah, masih di bawah nasional. Syukurnya, meski angka kemiskinan dan pengangguran kita tinggi, tapi angka kebahagiaan hidup orang Aceh masih baik.”

Ya, Musrenbang kali ini bukan hanya kolosal, tapi juga mewah dan berbiaya mahal. Bayangkan saja, pembukaannya dilangsungkan di hotel berbintang. Artinya, kita melihat ada keseriusan untuk menjadikan Musrenbang ini sebagai forum untuk membuat program kerja Pemerintah Aceh di tahun 2020 bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilakukan secara berjenjang. Mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga pusat. Di forum terendah, warga saling bertemu mendiskusikan masalah yang mereka hadapi, dan memutuskan prioritas pembangunan jangka pendek. Ketika prioritas telah tersusun, kemudian diusulkan kepada pemerintah di level yang lebih tinggi, dan melalui badan perencanaan. Proses perencanaan dan penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mereka pada pihak pemerintah.

Musrenbang diperkenalkan sebagai upaya mengganti sistem sentralistik dan top-down.

Masyarakat di tingkat lokal dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama berat dalam membangun wilayahnya. Masyarakat seharusnya berpartisipasi karena ini merupakan kesempatan untuk secara bersama menentukan masa depan wilayah. Masyarakat juga harus memastikan pembangunan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kebutuhan.

Idealnya, kegiatan yang sudah diprogram saat Musrenbang diharapkan terlaksana melalui APBK, APBA, atau APBN. Namun, yang sering terjadi di Aceh selama ini adalah kegiatan yang sudah terprogram dengan baik berdasarkan usulan dari Musrenbang banyak yang raib saat pengesahan anggaran di dewan tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau pusat.

Mestinya, anggota dewan yang menyerap aspirasi masyarakat bisa mengawal penganggaran agar hasil Musrenbang bisa terimplementasikan dan masyarakat tak kecewa. Celakanya, tergesernya usulan dari Musrenbang itu justru karena masuknya program-program siluman dari oknum opejabat eksekutif ata oknum anggota dewan yang motivasinya adalah untuk mendapatkan fee proyek. Inilah yang terjadi di mana-mana.

Makanya, selama ini Musrenbang itu sering dianggap kegiatan formalitas. Sebab, pada akhirnya usulan-usulan dari Musrenbang sering terabaikan. Oleh karenanya, mumpung kali ini Pemerintah Asceh menunjukkan indikasi seriusnya dalam menyelenggarakan Musrenbang, maka masyarakat mempunyai kewajiban untuk mengawasi jalannya pembangunan apakah sesuai dengan program yang sudah direncanakan atau yang muncul malah proyek siluman.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved