Masyarakat Diminta Awasi Politik Uang

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih)

Masyarakat Diminta  Awasi Politik Uang
Tribunnews.com
Ilustrasi 

* Hasil Rapat Forkopimda Bireuen

BIREUEN - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Komisi Independen Pemilihan (KIP), Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Bireuen, dan para camat, Jumat (12/4), menggelar rapat koordinasi dan evaluasi, serta kendala menghadapi hari pencoblosan 17 April mendatang.

“Salah satu resume rapat adalah mengajak semua pihak untuk mencegah money politik dan serangan fajar,” kata Kabag Humas Sekdakab Bireuen, Farid Maulana SE, kepada Serambi. Selain itu, kepada penyelenggara Pemilu diminta agar terus bekerja memantau kesiapan dan kendala di lapangan menjelang hari pencoblosan.

Ketua KIP Bireuen, Agusni SP MSi, mengatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan. Distribusi kotak suara akan dilakukan pada Minggu (14/4) lusa. Sementara Desi Safnita dari Panwaslih Bireuen menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan bimbingan teknis bagi para pengawas di tingkat kecamatan dan desa.

Usai pertemuan, Wakil Bupati Bireuen, Muzakkar A Gani, bersama Dandim, Kapolres dan lainnya, melakukan pengecekan langsung persiapan ke gudang logistik KIP Bireuen di Desa Cureh, Kota Juang Bireuen.

Usai melakukan peninjauan Wabub mengharapkan semua pihak agar ikut sama-sama mencegah money politik dan serangan fajar yang dikhawatirkan terjadi. “Bukan KIP dan Bawaslu saja yang bertugas mencegah money politik dan serangan fajar, semua pihak harus dapat ikut memantau dan melaporkan bila menemukan praktik tersebut,” ujar Muzakkar.

‘ Apel Siaga di Pijay
Sementara di Pidie Jaya (Pijay), sebanyak 797 orang tenaga pengawas Pemilu berkumpul di Pantai Wisata Islami Gampong Kuthang Kecamatan Trienggadeng dalam rangka mengikuti apel siaga menghadapi Pemilu. Apel siaga ditandai dengan penandatanganan pakta integritas serta pelepasan balon ke udara.

Ketua Panwaslih Pijay, Fajri M Kasem, dalam sambutannya antara lainmeminta kepada pengawas Pemilu agar jangan coba-coba menjual harga diri dengan uang, sejumlah janji, atau iming-iming dalam bentuk apa pun yang dapat menodai kehormatan Panwaslih.

“Laksanakan tugas atau kewajiban dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan. Serta yang terpenting, pengawas wajib menindaklanjuti laporan atau informasi dari masyarakat,” ujarnya.

Kewenangan sebagai pengawas dia katakan, harus dilaksanakan dengan terkontrol agar tidak terjadi penyimpangan. Pengawas juga akan dikontrol oleh masyarakat maupun media massa. “Kewenangan kita dalam Pemilu 2019 sangat besar. Karenanya diharapkan prosedur regulasi harus dijalankan dengan baik oleh penyelenggara pemilu,” pinta Fajri M Kasem.

Gelar konvoi
Sementara di Banda Aceh, Panwaslih Aceh bersama Panwaslih Kota Banda Aceh kemarin melakukan konvoi mengelilingi kota. Kegiatan yang diawali dengan apel bersama di Taman Bustanussalatin itu dilaksanakan dalam rangka melakukan patroli pengawasan politik uang pada masa tenang jelang pemilihan umum 17 April 2019.

Ketua Panwaslih Aceh, Faizah, mengtatakan, kegiatan patroli pengawasan politik uang merupakan instruksi Badan Pengawas Pemilu (bawaslu) RI. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Dia berharap, pada masa tenang pihaknya tidak menemukan pelanggaran pemilu, terutama yang berkaitan dengan politik uang.

Amatan Serambi, acara konvoi kemarin diikuti semua pengawas Pemilu di Banda Aceh. Mereka mengelilingi Banda Aceh dengan iringan kenderaan roda empat dan dua. Acara itu juga bagian dari mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan praktik politik uang pada masa tenang jelang pemilihan.(yus/ag/mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved