Opini

Peran Perbankan dan Pembangunan Ekonomi Aceh

Managing Director International Moneter Fund (IMF), Christine Lagarde mencatat bahwa eskalasi perang dagang dunia dapat menurunkan

Peran Perbankan dan Pembangunan Ekonomi Aceh
IST
Adnan Ganto, Dewan Komisaris Morgan Bank Ltd, New York dan Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekomoni

Oleh: Adnan Ganto, Dewan Komisaris Morgan Bank Ltd, New York dan Penasihat Menteri Pertahanan RI Bidang Ekomoni

Managing Director International Moneter Fund (IMF), Christine Lagarde mencatat bahwa eskalasi perang dagang dunia dapat menurunkan 1% produk domestik bruto (PDB) global dua tahun ke depan. Ini artinya, kita semua harus memperbaiki sistem ekonomi masing-masing negara, demi kepentingan perkembangan ekonomi bersama, bukan malah merusaknya.

Lagarde menambahkan bahwa utang pemerintah dan swsata dunia kini tercatat US$182 triliun atau 224% terhadap PDB global dan naik 60% dari 10 tahun lalu, tahun 2008. Ketika kondisi keuangan global mengetat, negara-negara berkembang akan mengalami masalah currency, karena pembalikan arus modal. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi domestik masing-masing negara harus dilengkapi dengan jaring pengamanan keuangan.

Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengingatkan kita semua pentingnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan informasi teknologi (IT). Intinya, Bank Dunia menekankan bahwa tanpa memperbaiki kualitas SDM dan IT, kelangsungan hidup akan menggambarkan probabilitas kinerja manusia dan tingkat kesejahteraan yang tidak meningkat.

Seperti kita ketahui, Pemerintah Indonesia telah mengarahkan untuk kompetensi peningkatan keahlian tenaga kerja dengan program pendidikan kejuruan vocational link and match. Ini artinya, pendidikan tersebut dirancang untuk meningkatkan pola kejuruan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, dan dunia industri. Pelayanan pemerintah harus berbasis E-government dan E-

budgeting. Saya yakin Pemerintah Aceh sudah melaksanakan hal yang sama. Hanya saja saya agak heran, Bank Aceh Syariah (BAS) yang sahamnya dimiliki 100% oleh Pemerintah Aceh, belum juga melaksanakan IT secara keseluruhan. BAS saat ini hanya memiliki jaringan ATM di seluruh Aceh, sedangkan mobile banking dan electronic banking masih belum terjamah.

Ekonomi Aceh
Pada tabel di bawah ini dapat dilihat beberapa indikator perkembangan ekonomi Provinsi Aceh dan nasional.

====================================================
Keterangan Provinsi Aceh Nasional
                                  2017      2018         2017          2018
--------------------------------------------------------------------------------------
Kemiskinan         15,92%     15,68%    10,12%     9,66%
Pengangguran    7,84%       6,36%      5,50%       5,34%
Pertumbuhan
Ekonomi                4,18%      4,61%       5,10%        5,20%

APBA (termasuk) Rp Rp
dana otsus/)          13,83T        15,08T
--------------------------------------------------------------------------------------
Sumber: Bappeda Aceh, BPS

APBN 2017 terdiri atas pendapatan negara sebesar Rp 1.750,3 triliun dan belanja negara sebesar Rp 2.080 triliun. Sedangkan pada APBN 2018 pendapatan negara sebesar Rp 1.894,7 triliun dan belanja negara Rp 2.220,7 triliun.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved