Studi : Separuh Dari Pelaku Perdagangan Manusia Adalah Perempuan, Yang Juga Jadi Korban

Kandidat PhD di Flinders University, Alexandra Baxter, mengatakan banyak orang belum memahami realitas perdagangan manusia di Australia

Studi : Separuh Dari Pelaku Perdagangan Manusia Adalah Perempuan, Yang Juga Jadi Korban
shutterstock
kekerasan seksual 

SERAMBINEWS.COM - Menurut penelitian terbaru, sekitar setengah dari pelaku perdagangan manusia yang dihukum dalam beberapa tahun terakhir di Australia adalah perempuan. Sebagian besar dari mereka juga menjadi korban dari perdagangan itu sendiri.

Kandidat PhD di Flinders University, Alexandra Baxter, mengatakan banyak orang belum memahami realitas perdagangan manusia di Australia, dengan masyarakat sebagian besar melihatnya sebagai hal yang dilakukan oleh laki-laki.

"Stereotipnya adalah bahwa para korban diculik, dibius, diperkosa, dipaksa tetapi itu belum tentu apa yang sebenarnya terjadi," katanya.

Baca: Daftar Lengkap Juara Singapore Open 2019 - Jepang Borong 3 Gelar, Ahsan/Hendra & Anthony Runner Up

Penelitiannya, yang diterbitkan dalam Journal of Human Trafficking, menemukan banyak pelaku sebenarnya adalah perempuan yang telah diperdagangkan sebagai pekerja seks ke Australia.

Dari semua kasus perdagangan manusia yang diselidiki oleh Kepolisian Federal Australia, hanya sedikit yang berakhir dengan pengadilan dan penuntutan yang berhasil.

Ada 20 dakwaan perdagangan manusia di Australia antara tahun 2004 hingga 2017.

Baxter memelajari enam dari sembilan perempuan yang dihukum karena perdagangan manusia pada periode tersebut.

Baca: Pemerintah Australia Sebut Tak Beri Perlindungan Khusus Untuk Julian Assange

Ia mengatakan, kisah dari banyak pelaku perempuan mengikuti pola yang sama.

"Mereka diharapkan untuk melayani klien pria, mereka tahu itu," katanya.

"Banyak yang datang dari latar belakang pekerja seks di negara asal mereka, yang adalah Thailand dalam banyak kasus."

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved