Warga Aceh di Malaysia Kecewa tak Bisa Memilih Capres Jagoannya, Imbas Penciutan TPS Luar Negeri

beberapa warga Indonesia yang ditemui, mengungkapkan, Pemilu kali ini dirasa berbeda dari sebelumnya

Warga Aceh di Malaysia Kecewa tak Bisa Memilih Capres Jagoannya, Imbas Penciutan TPS Luar Negeri
Kolase Serambinews.com
Sa'aduddin M Yusuf (tengah), Ahmadi M Hasan (kanan) dan Miksalmina Budiman, warga Aceh yang kecewa tak bisa ikut Pemilu 2019 di Malaysia 

PPLN awalnya ingin memperbanyak TPSLN di banyak tempat terutama di kantong-kantong TKI untuk meningkatkan partisipasi pemilih, namun terbentur aturan dan perijinan dari Pemerintah Malaysia.

Sebanyak 250 TPSLN yang rencananya didirikan tersebar di 89 lokasi yang masing-masing lokasi jumlah TPS-nya bervariasi mulai satu TPS, dua TPS, tiga TPS, empat TPS, lima TPS hingga 25 TPS.

Untuk pembukaan TPS yang jumlahnya besar berada di KBRI Kuala Lumpur Jalan Tun Razak sebanyak 25 TPS, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebanyak 23 TPS dan Hotel Desaria Villa Condominium, Kampung Batu 9, Puchong Selangor sebanyak tujuh TPS.

Untuk masing-masing TPS terdapat 510 surat suara Capres dan Cawapres dan 510 Calon Anggota DPR RI.

Baca: Akibat Saling Ejek, Seorang Pemuda Bener Meriah Ditusuk di Dada

Ikut Kecewa 

Menanggapi persoalan tersebut, Don Muzakir selaku Ketua RPP Aceh ikut merasa kecewa terhadap Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), khususnya di Malaysia.

Menurutnya, PPLN yang bertugas di Malaysia telah memperlihatkan beberapa kejanggalan yang mengundang rasa curiga baik dari masyarakat yang di perantauan maupun yang di tanah air.

“Saya melihat penyelenggara pemilu luar negeri, khususnya Malaysia telah memperlihatkan beberapa kejanggalan yang mengundang kecurigaan semua kita, baik yang di Malaysia maupun yang di tanah air,” sebut Don Muzakir.

Dia menambahkan, persoalan perubahan lokasi pemilihan secara tiba-tiba, itu tidak hanya mengundang kekecewaan, namun juga kekhawatiran dari akan hilangnya hak suara warga.

Baca: 22 Nelayan Idi Aceh Timur yang Ditahan di Myanmar Tiba di Bandara SIM Senin Besok

Don Muzakir mengklaim mayoritas pemilih Malaysia itu pendukung calon presiden Nomor Urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno.

Karena pada Pilpres 2014, pasangan Prabowo-Hatta menang telak di Malaysia. 

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara oleh Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, pasangan Prabowo-Hatta menang mutlak di Malaysia pada Pilpres 2014.

Prabowo-Hatta meraih 111.794 suara atau 82 persen.

Adapun pasangan Jokowi-Jusuf Kalla hanya mendapatkan 22.891 suara atau 15 persen.

Sebanyak 4.184 suara atau 3 persen dinyatakan tidak sah.(*)

Baca: Ustadz Abdul Somad Difitnah Terima Rumah dari Prabowo, Sahabatnya di Aceh Ungkap Sosok UAS

Penulis: Hadi Al Sumaterani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved