Angin Kencang di Bener Meriah Terjang Dua Rumah dan Tumbangkan Pohon, Jalan belum Bisa Dilintasi 

Hujan disertai angin kencang terjadi hingga beberapa waktu, alhasil dua rumah warga rusak dan menumpangkan satu pohon ke badan jalan.

Angin Kencang di Bener Meriah Terjang Dua Rumah dan Tumbangkan Pohon, Jalan belum Bisa Dilintasi 
Serambi
Rumah yang rusak akibat angin kencang di Bener Meriah, Senin (15/4/2019). FOTO/BPBD BENER MERIAH

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS. COM, REDELONG - Hujan disertai angin kencang kembali merusak rumah warga dan tumbangkan pohon di Kabupaten Bener Meriah, Senin (15/4/2019).

Cuaca sangat ekstrem sejak subuh hingga pagi di Bener Meriah itu merusak hingga menerbangkan atap dua rumah warga, yakni rumah Bambang Setiawan (21) warga Damaran Baru, serta rumah penggilingan bakso milik Jafaruddin (40) warga Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah.

Baca: Sidang Perkara Penyebaran Video Ma’ruf Amin Berpakaian Mirip Sinterklas Ditunda, Ini Penyebabnya

Sedangkan satu pohon tumbang di Kampung Kute Lintang, Kecamatan Bukit, tepatnya di jalan alternatif terminal ketipis menuju Kampung Blang Tampu.

Kabid Kedaruratan BPBD Bener Meriah, Sapriadi Toweren, kepada Serambinews.com Senin (15/4/2019), mengatakan, kondisi cuaca sejak subuh tadi di kabupaten itu sangat ekstrem.

Hujan disertai angin kencang terjadi hingga beberapa waktu, alhasil dua rumah warga rusak dan menumpangkan satu pohon ke badan jalan.

Baca: KIP Bireuen Gelar Lomba Foto Selfie dan Groufie, Ini Total Hadiah 

"Intensitas hujan disertai angin kencang sangat tinggi sekira pukul 08.00 WIB, sehingga berdampak terhadap dua kepala keluarga karena atap rumah mereka terangkat dan terbawa angin," ujarnya.

Dua rumah yang musibah itu, kata Sapriadi tergolong rusak berat karena atap sudah terlepas dari rumah dan terhempas ke tanah. 

Baca: Masih Ditahan di Lapas Gunung Sindur, Abu Bakar Baasyir Pilih Golput pada Pemilu 2019

Sedangkan untuk pohon tumbang yang terjadi dijalan alternatif menuju Kampung Blang Tampu, ujarnya, untuk sementara belum bisa dilalui kendaraan. Hingga, kini pihaknya terus berupaya memotong pohon yang menutup ruas jalan tersebut.

"Kita posisikan anggota kita dari BPBD d itiga titik lokasi. Karena ada tiga titik bencana, sedangkan untuk pohon tumbang sampai saat ini kita sedang berupaya membersihkannya dan jalan belum bisa dilalui," jelasnya.

Lebih jauh ia menyampaikan, karena cuaca yang cukup ekstrem tersebut, pihaknya juga memonitoring 10 Kecamatan di Bener Meriah. (*)

Penulis: Muslim Arsani
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved