Citizen Reporter

Asyiknya ‘Meuramin’ di Bawah Pohon Sakura

INI untuk ketiga kalinya saya menginjakkan kaki di Jepang dalam kurun waktu 4,5 tahun terakhir

Asyiknya ‘Meuramin’ di Bawah Pohon Sakura
IST
RITA DIANA, Traveler asal Banda Aceh, melaporkan dari Tokyo, Jepang

OLEH RITA DIANA, Traveler asal Banda Aceh, melaporkan dari Tokyo, Jepang

INI untuk ketiga kalinya saya menginjakkan kaki di Jepang dalam kurun waktu 4,5 tahun terakhir. Jika dua kali sebelumnya saya berburu momiji (dedaunan yang menguning campur merah) pada saat musim gugur, kali ini tujuan utama saya adalah berburu sakura.

Pada musim sakura biasanya orang Jepang menikmatinya dangan cara piknik bersama di bawah pohon sakura (hanami), duduk di tikar bersama menikmati makanan yang sudah dipersiapkan dari rumah.

Menurut Wikipedia, hanami atau ohanami adalah tradisi Jepang dalam menikmati keindahan bunga sakura. Hanami berasal dari kata hana wo miru yang berati melihat bunga atau ohanami.

Untuk kota-kota besar di Pulau Honshu seperti Tokyo, Osaka, Kyoto, dan Nagoya, jadwal mekarnya sakura mulai dari akhir Maret sampai dengan awal April, sedangkan di Pulau Hokkaido (Hakodate dan Sapporo) pada akhir April.

Salah satu tempat terbaik untuk melihat sakura di Tokyo adalah di Ueno Park. Selain itu, spot berburu sakura lainnya yang populer adalah di Shinjuku Gyoen. Saya sendiri memilih Ueno Park. Kebetulan saya menginap di daerah Ueno sehingga bisa berjalan kaki menuju Ueno Park. Sebelumnya bisa mampir dulu di Ameyoko Market untuk mencari makanan halal dan cuci mata. Walaupun saat itu pengunjung berdesak-desakan karena terlalu ramai.

Meski cuaca masih dingin, tapi Ueno Park sudah dipenuhi pengunjung. Saya sendiri sudah mempersiapkan jaket untuk mengantisipasi dinginnya udara di sana.

Sebagai seorang yang berasal dari negara tropis yang tidak terbiasa dengan suhu udara dingin, saya masih harus menyesuaikan diri dengan dinginnya suhu di negara lain.

Tujuan saya selanjutnya untuk menikmati mekarnya sakura adalah di Kawaguchiko atau di area Gunung Fuji. Ternyata di sini saya malah disambut oleh salju yang tiba-tiba turun dengan lebatnya di siang itu sampai malam harinya. Keesokan harinya jalanan telah berubah menjadi putih ditutupi salju. Gunung Fuji pun terlihat jelas sekali. Indah sekali.

Sedangkan sakura belum mekar sama sekali dan masih berbentuk kuncup. Kemudian saya lanjutkan perjalanan ke Osaka. Tempat favorit untuk berburu sakura di sini adalah di Osaka Castle. Osaka Castle ini dikelilingi oleh taman cantik yang sangat luas. Di sini bunga sakura bermekaran di mana-mana.

Sesampai di sini, suasana sangat ramai oleh orang Jepang yang berpiknik di bawah pohon sakura (hanami). Mereka menggelar tikar sambil mengobrol beramai-ramai, ada juga yang barbeque (pesta taman) dengan teman-temannya sambil memutar lagu. Suasana benar-benar meriah. Kalau di daerah kita acara ini disebut “meuramin”. Cuma bedanya jika kita biasanya meuramin di pantai, orang Jepang justru meuramin di bawah pohon sakura.

Destinasi terakhir saya dalam berburu sakura adalah di Kyoto. Kota ini adalah tempat terbaik untuk menikmati sakura di Jepang. Untuk tempatnya saya memilih Kyomizudera Temple & Arashiyama.

Setelah berjalan kaki dari stasiun, saya tiba di Kyomizudera Temple dengan disambut oleh bunga sakura yang indah. Kuil ini dipenuhi oleh pohon sakura dan merupakan tempat paling favorit jika kita sedang mengunjungi Kyoto.

Terakhir adalah Arashiyama, tempat cantik yang terletak di pinggiran Kota Kyoto. Di sini terdapat jembatan Togetsukyo yang terkenal itu. Terdapat banyak sekali pohon sakura dengan pemandangan sungai dan Gunung Arashiyama yang membuat saya betah berlama-lama berada di sana.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved