Menteri Agraria Tarik Sebagian HGU PT CA, Ini Luas Areal yang Diberi Izin Perpanjangan

PT CA mengajukan izin perpanjangan HGU 4.864,88 ha, tetapi yang disetujui hanya 2.050 hektare. Sementara sisanya jadi Tanah Obyek Reformasi Agraria.

Menteri Agraria Tarik Sebagian HGU PT CA, Ini Luas Areal yang Diberi Izin Perpanjangan
Foto Kiriman Warga
Masyarakat dari Kabupaten Abdya berfoto bersama di depan Istana Negara setelah beraudiensi dengan Tim Reforma Agraria Kepala Staf Presiden (KSP) di Istana Negara Jakarta pada April 2018 lalu. 

”Izin perpanjangan kami berikan untuk lahan yang selama ini dikelola, sedangkan yang ditelantarkan diambil kembali oleh negara,” kata Sofyan.

Namun, lanjutnya, pemerintah harus menghormati perusahaan yang mengelola tanah HGU dengan produktif. Oleh sebab itu, perusahaan yang mengelola dengan baik dan menjalankan kewajiban layak izin HGU-nya diperpanjang.

”Kalau izin HGU habis dan digunakan secara produktif, harus diperpanjang. Sebab, tanah akan bermanfaat jika produktif. Izin perpanjangan kami berikan untuk lahan yang selama ini dikelola, sedangkan yang ditelantarkan diambil kembali oleh Negara,” ucap Sofyan seperti diberitakan Kompas edisi cetak.

Baca: Abdya Minta Kejelasan Sikap Menteri Agraria Soal Tindak Lanjut Penolakan Perpanjangan Izin HGU PT CA

Baca: Terus Beroperasi Tanpa Izin, DPRK Abdya Desak Menteri Agraria Bersikap Soal Perpanjangan HGU PT CA

Baca: Akmal: PT CA Ciptakan Banyak Masalah

Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Abdya, M Arfarth Satya A Ptnh ketika dihubungi Serambinews.com, Sabtu (13/4/2019) mengaku mendengar informasi seperti itu (Menteri Agraria sudah mengeluarkan SK izin perpanjangan HGU PT CA).

Tetapi, SK tersebut belum diterima. Karenanya pula, M Arfarth belum berani berkomentar tentang hal tersebut.

Seperti diberitakan, izin HGU PT  CA seluas 7.516 ha di kawasan Desa Cot Seumantok dan Alue Jeureujak, Babahrot, Abdya sudah berakhir sejak 31 Desember 2017 tahun lalu.

Sebelum izin berakhir, Manajemen PT CA telah mengajukan mengajukan izin perpanjangan HGU seluas 4.864,88 ha kepada Menteri ATR/Kepala BPN RI.

Namun, hingga memasuki awal 2019, Kementerian ATR/Kepala BPN) RI belum mengeluarkan izin perpanjangan HGU.

Kendati belum mengantongi izin HGU, perusahaan PT CA tetap beroperasi seperti biasa, terutama melakukan kegiatan produksi (panen) TBS (tandan buah segar) kelapa sawit selama setahun terakhir atau sejak izin HGU berakhir pada 31 Desember 2017 lalu.

Baca: Tak Ada Pangkalan, Warga Ie Mirah Abdya Tempuh Jarak 8 Km untuk Membeli Elpiji 3 Kg

Baca: Warga Abdya Terima 1.076 Sertifikat Gratis, Tahun Ini Ditargetkan 3.500 Bidang Tanah

Baca: Hati-hati Melintasi Jalur Kantor Pertanahan Abdya, Sering Terjadi Laka Tunggal

Untuk diketahui bahwa, usulan izin perpanjangan HGU PT CA menjadi bermasalah, setelah  sebagian besar elemen masyarakat, Pemkab dan DPRK Abdya dengan suara bulat menolak perpanjangan HGU PT CA Babahrot.

Halaman
123
Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved