Penyerahan Bonus Atlet PORA Aceh Tengah, Peraih Medali Emas Dapat Rp 12 Juta

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), akhirnya menyerahkan bonus bagi para atlet peraih medali di ajang PORA XIII tahun 2018 di Jantho

Penyerahan Bonus Atlet PORA Aceh Tengah, Peraih Medali Emas Dapat Rp 12 Juta
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Bupati Aceh Tengah,  Shabela Abubakar menyerahkan bonus secara simbolis kepada sejumlah atlet peraih medali di ajang PORA ke XIII.  Penyerahan tersebut,  berlangsung di Gedung Ummi,  Takengon,  Senin (15/4/2019)  malam.  

Penyerahan Bonus Atlet PORA Aceh Tengah, Peraih Medali Emas Dapat Rp 12 Juta

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), akhirnya menyerahkan bonus bagi para atlet peraih medali di ajang Pekan Olahraga Aceh (PORA) ke XIII.

Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di sela-sela acara resepsi HUT Kota Takengon ke-442 di Gedung Ummi, Takengon, Senin (15/4/2019) malam.

Untuk atlet perorangan yang berhasil meraih medali emas, diberikan bonus sebesar Rp 12 juta. Untuk perak perorangan senilai Rp 6 juta, serta perunggu sebanyak Rp 4 juta.

Baca: Satu Bengkel di Peudada Terbakar, Empat Sepmor dan Satu Mobil Hangus

Baca: Peraih Mendali PORA XIII Bener Meriah Terima Bonus

Baca: Atlet PORA Aceh Tengah akan Terima Bonus

Sedangkan peraih medali emas, perak serta perunggu beregu, besaran bonus yang diberikan bervariasi.

Adapun jumlah medali yang diperoleh, emas sebanyak 31, perak 36 dan perunggu sebanyak 3 medali.

Penyerahan bonus tersebut, diberikan secara simbolis oleh Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar kepada sejumlah perwakilan atlet.

“Kami minta maaf karena terlambat memberikan janji, berupa bonus untuk para atlet. Kalau cuma terlambat, kan nggak apa-apa yang penting tidak sampai lupa,” kata Shabela Abubakar.

Dia menegaskan, pada tahun yang akan datang, bonus untuk para atlet harus segera disiapkan sejak awal, sehingga tidak terlalu lama diserahkan kepada para atlet berprestasi. Apalagi, terlambatnya menimbulkan fitnah karena dianggap pemerintah tidak peduli.

“Kita pahami bersama, tahun lalu memang dianggarkan tapi tidak cukup. Makanya harus ditambah, sehingga butuh proses dan waktu,” pungkasnya. (*)  

Penulis: Mahyadi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved