Jelang Pencoblosan, Bawaslu Aceh Tamiang Berhentikan Lima Pengawas

Lima Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/desa di Aceh Tamiang diberhentikan tetap karena melanggar etik penyelenggara Pemilu.

Jelang Pencoblosan, Bawaslu Aceh Tamiang Berhentikan Lima Pengawas
ist
Ketua Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Syiah Kuala, Dedy Susanto SPdi, melantik dan mengambil sumpah sepuluh anggota Pengawas Pemilu Gampong (PPG) di Hotel Lading, Banda Aceh, Sabtu (9/6/2018). 

Jelang Pencoblosan, Bawaslu Aceh Tamiang Berhentikan Lima Pengawas

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Lima Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/desa di Aceh Tamiang diberhentikan tetap karena melanggar etik penyelenggara Pemilu. 

Pemberhentian tersebut dilakukan setelah proses kajian dan persidangan dugaan ketidak-netralan atas kasus berpose dengan mengacungkan jari yang merujuk ke salah satu pasangan capres/cawapres viral di media sosial. 

Baca: Jelang Ramadhan 1440 H, Dewan Ingatkan PLN dan PDAM tidak Bermasalah

Baca: Beredar Kabar Pemilih Harus Bawa Foto Kopi KTP Ke TPS Saat Pencoblosan, Ini Penjelasan KIP Aceh

Baca: Kotak Suara Pemilu di KIP Langsa Mulai Dimuat ke Dalam Truk

"Sudah diberhentikan, pengawas pemilu wajib menjaga etika dan netralitas," kata Ketua Bawaslu Aceh Tamiang, Imran, SE, Selasa (16/4/2019). 

Imran menjelaskan kelimanya merupakan Pengawas di Kecamatan Kejuruanmuda, yakni SW, RR, SK, SL dan MD. 

Foto dengan pose jari yang merujuk ke salah pasangan capres/cawapres itu dilakukan usai apel siaga pengawasan masa tenang dan pengawasan politik uang. 

"Begitu foto itu beredar, kami langsung menelusuri dan akhirnya ditemukan bahwa sumbernya berasal dari status Whatshapp seorang anggota Panwas Desa yang selanjutnya di screnshoot oleh seorang aktivis salah satu partai dan disebarkan ke media sosial hingga menjadi viral," beber Imran. 

Imran mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha maksimal dalam menghadirkan petugas yang profesional saat perekrutan anggota Pengawas Pemilihan Umum Kelurahan/Desa.

Kabupaten Aceh Tamiang secara geografis yang berbatasan dengan Sumatera Utara memiliki 12 kecamatan. Untuk mengawasi Pemilu 2019 memliki 36 pengawas tingkat kecamatan, 213 pengawas desa, dan 912 pengawas TPS. 

"Untuk mengisi kekosongan lima petugas yang diberhentikan ini, akan diisi oleh petugas dari Bawaslu Aceh Tamiang dan kecamaan," ujarnya. (*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved