Salam

Tak Siap, Maka Minggu Tidak Sempat Tenang

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Satpol PP selama dua hari terakhir pontang-panting membersihkan Alat Peraga Kampanye

Tak Siap, Maka Minggu Tidak Sempat Tenang
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Alat peraga kampanye pada masa hari tenang di Kabupaten Aceh Singkil, masih terpasang, Minggu (14/4/2019) pukul 10.30 WIB 

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Satpol PP selama dua hari terakhir pontang-panting membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK) Capres dan Caleg yang masih bertebaran di tepi jalan-jalan raya. Namun, jumlah anggota Satpol PP yang ada tak sanggup membersihkan APK yang masih begitu banyak bertaburan di mana-mana. Artinya begitu banyak peserta pemilu yang bisa dikategorikan berkampanye di luar jadwal.

Dan, yang memprihatinkan, para pemasang seperti tak berdosa membiarkan alat peraga dirinya masih tepampang secara terlarang. Benarkah ini karena tak sanksi yang tegas bagi mereka, atau para caleg dan timses kehabisan anggaran untuk menurunkan APK di minggu tenang ini?

Padahal, seperti yang sudah dibahas kemarin bahwa, “Jika ada pihak yang melakukan kampanye pada masa tenang, maka dikategorikan kampanye di luar jadwal dan bisa dikenakan sanksi pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 492 UU Pemilu. Dalam Pasal 492 ini tidak hanya menyasar peserta pemilu dan timnya tetapi juga pihak yang berada di luar peserta pemilu atau timnya yang melakukan kampanye pada masa tenang.

Pasal 492 menyatakan, “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan Kampanye Pemilu di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU untuk setiap peserta pemilu sebagaimana dimaksud Pasal 276 ayat (2) (kampanye dalam bentuk iklan dan rapat umum), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta”.

Kembali ke soal alat peraga kampanye yang masih terpajang di mana-mana, sesungguhnya adalah sesuatu yang sudah terjadi berulang-ulang di setiap musim pemilu atau Pilkada. Beerharap APK itu dibersihkan Bawaslu dan Satpol PP adalah Ironi. Sebab, tenaga yang dimiliki Bawaslu dan Satpol PP di setiap daerah takkan mampu membersihkan APK yang begitu banyak meski harus bekerja 24 jam. Bahkan, banyak daerah, termasuk di ibukota Provinsi Aceh ini, Satpol PP seperti sudah menyerah. Buktinya, sampai petang hari kedua masa tenang, APK masih bertebaran di mana-mana dalam jumlah yang sangat banyak.

Pemandangan seperti ternyata bukan hanya terjadi di Aceh, tapi juga hampir di seluruh Indonesia. Karena ketidaksanggupan Bawaslu dan Satpol PP, Gubernur Jawa Tenga, Ganjar Pranowo sampai mengajak warga bergotong royong membersihkan alat peraga kampanye (APK). Ganjar pun mengajak warga memanfaatkan APK yang ada untuk bisa dibuat kreativitas sekaligus mengurangi sampah. Pihaknya juga menggelar lomba kreativitas dengan memanfaatkan APK yang ada. Jika nantinya APK yang telah dicopoti bisa dibuat untuk jas hujan, payung, tas belanja maupun lainnya. Bagi yang juara satu, Ganjar akan memberikan hadiah. Ya, apa yang dilakukan Gubernur Jateng itu hendaknya menginspirasi para gubernur dan bupati/wali kota di Aceh.

Ada juga kepala daerah yang memanggil pimpinan-pimpinan partai politik meminta supaya membersihkan APK masing-masing parpol dan calegnya. “Kalau tidak begini, sampai selesai pencoblosan pun APK akan tetap terpampang di mana-mana. Terus terang, kami tak punya kesanggupan untuk membersihkan APK sebanyak itu dalam waktu 24 jam,” kata seorang kepala daerah.

Yang jelas, hingga hari ini banyak daerah di tanah air, terutama di Aceh memang tak sempat “berminggu tenang” karena APK masih bertebaran di mana-mana. Kejadian yang sudah berulang-ulang ini hendaknya tidak terjadi pada masa pemilu yang akan datang dengan membuat regulasi yang tegas.

Misalnya, setiap parpol, caleg, atau timses yang ingin memasang alat peraga kampanyenya harus leboih dulu menyetor deposit dalam jumlah yang cukup untuk membiayai petugas pembongkar APK bila yang bersangkutan tak membongkarnya sendiri. Namun, bila ia membongkar sendiri sebelum masuk masa tenang, maka “depositonya” bisa dikembalikan.

Itu hanya contoh, tapi kita percaya masih banyak cara lain yang dapat menjamin APK akan bersih di masa tenang!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved