Salam

Bersiaplah Menerima Apa pun Hasil Pemilu

Pagi ini 17 April 2019 hingga siang nanti, seluruh warga negara Indonesia di Tanah Air yang sudah memenuhi syarat akan

Bersiaplah Menerima Apa pun Hasil Pemilu
FOR SERAMBINEWS.COM
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH, memimpin apel pergeseran pasukan ke 1.252 TPS-TPS di wilayah hukum Polresta Banda Aceh, dalam rangka pengamanan pemilu tahun 2019, di halaman Mapolresta Banda Aceh 

Pagi ini 17 April 2019 hingga siang nanti, seluruh warga negara Indonesia di Tanah Air yang sudah memenuhi syarat akan memberikan suaranya di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) Pemilu 2019. Yang dipilih adalah pasangan presiden/wakil presiden, anggota DPR kabupaten, provinsi, dan pusat, serta anggota dewan perwakilan daerah (DPD) yang biasa kita sebut senator.

Jika tidak ada halangan menjelang petang, sebagian hasil pemilihan itu sudah bisa kita ketahui. Dan, menjelang malam mungkin melalui hasil quick count (hitung cepat) yang dilakukan lembaga-lembaga survei akan kita ketahui gambaran menyeluruh tentang hasil pemilu 2019, khususnya pasangan capres/cawapres mana yang meraih suara terbanyak. Meski bukan hasil resmi, tapi hasil quick count itu tidak akan jauh berbeda dengan hasil resmi nantinya.

Yang menjadi persoalan, sudah siapkah para kontestan dan pendukungnya menerima hasil pilihan rakyat itu? Inilah yang mencemaskan. Namun, satu hal yang harus diingat, pada hakikatnya kemerdekaan mengeluarkan pendapat adalah hak setiap warga negara, baik secara perorangan atau kelompok, yaitu bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan bertanggung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Para pakar sosial politik mengatakan, dalam praktik kenegaraan yang demokratis, kemerdekaan mengeluarkan pendapat sangat penting, karena dengan kemerdekaan mengeluarkan pendapat ada beberapa dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Dampak positif itu antara lain kepekaan masyarakat menjadi meningkat dalam menyikapi berbagai permasalahan, merasa ikut memiliki dan ikut bertanggung jawab atas pilihannya, serta meningkatnya demokratisasi dalam kehidupan sehari-hari.

Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia pasal 19 yang berbunyi, “Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat atau mengeluarkan pendapat; hak itu meliputi kebebasan mempertahankan pendapat dengan tanpa gangguan, serta mencari, menerima dan meneruskan segala informasi dan gangguan, melalui media apapun dan tanpa memandang batas”.

Tentang perbedaan dalam masyarakat merupakan sesuatu sesuatu yang secara kodrati telah digariskan Allah Swt. Sebagai hamba ciptaan-Nya, kita bukanlah makhluk yang seragam baik secara fisik maupun sikap dan pendapat.

Namun demikian perbedaan pendapat di antara masyarakat sepatutnya tidak membuat kita berseteru satu sama lain. Dalam kondisi demikian, yang kita perlukan adalah berjiwa besar untuk menerima perbedaan. Termasuk dalam bersikap terhadap hasil Pemilu, semua harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Yang paling penting, yang menang jangan merasa pongah atau bereforia. Sebab, sikap pongah dan eforia itulah yang membuat pihak yang kalah sulit menerima kekalahannya.

Terkait pemilihan umum, Pengurus Pusat Muhammadiyah mengharapkan dapat terwujud sebagai proses demokrasi yang paling memungkinkan untuk terpilihnya pemimpin dan kepemimpinan eksekutif dan legislatif secara obyektif dengan kepercayaan bahwa yang terpilih adalah kader-kader bangsa yang terbaik. Oleh karenanya, kepada semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil pemilihan umum dengan sabar, jiwa besar, tenggang rasa, saling menghormati, serta dengan senantiasa bertawakal kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Siapapun yang memperoleh mandat rakyat hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi keangkuhan, serta menjadikan kepercayaan rakyat itu sebagai amanat dan tanggung jawab yang tinggi untuk kemajuan Indonesia.

Bagi yang belum memperoleh mandat rakyat terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarawanan yang tinggi. Bagi kaum beriman, semua amanat maupun hasil ikhtiar dalam politik maupun kehidupan pada umumnya harus disikapi dengan ketaqwaan, kesyukuran, kesabaran, dan tawakal kepada Allah Swt. Sebab ini mengandung hikmah dan penuh makna.

Bila ada masalah atau persengketaan pemilu maka semua pihak dapat menyelesaikan persoalan secara konstitusional sesuai perundang-undangan yang berlaku. Pesan pentingnya adalah menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved