Citizen Reporter

Suasana Pemilu di Ankara

TURKI kini sedang musim semi. Dalam suasana seperti ini pula dilaksanakan pesta demokrasi Indonesia di sini

Suasana Pemilu di Ankara
IST
NURHAFNA ZAKARIA, Mahasiswi Magister Sosiologi Agama di Ankara University dan Bendahara Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara 2019, melaporkan dari Turki

OLEH NURHAFNA ZAKARIA, Mahasiswi Magister Sosiologi Agama di Ankara University dan Bendahara Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara 2019, melaporkan dari Turki

TURKI kini sedang musim semi. Dalam suasana seperti ini pula dilaksanakan pesta demokrasi Indonesia di sini, yakni pemilihan umum (pemilu) untuk memilih presiden dan wakil presiden.

Nah, telah saya pilih calon pemimpin negeri kita pada pemilu kali ini dengan harapan dapat mengubah Indonesia menjadi lebih baik di masa depan.

Pemilu 2019 ini merupakan pemilu yang lebih berwarna bagi bangsa Indonesia. Sebab, pemilu kali ini dilaksanakan serentak bukan saja untuk memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga memilih para anggota legislatif mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

Hal ini tentu saja merupakan sejarah untuk Indonesia pertama kalinya melaksanakan pemilu serentak di mana pada tahun 2014 pemilu legislatif dilaksanakan pada 9 April, setelah itu anggota DPR yang terpilih mengajukan calon presiden dan wakil presiden PADA bulan Juli.

Pemilihan di dalam negeri tentu saja sangat mudah, kita bisa memilih presiden dan wakil presiden sambil bernyanyi dan menari atau sambil berbaca puisi. Anda bisa datang ke tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dengan tempat tinggal Anda sehingga tidak ada alasan untuk tidak berpartisipasi dalam pesta demokrasi kali ini. Namun, berbeda halnya dengan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri di mana jarak kota penyelenggara pemilu hanya berada di ibu kota negara atau kota-kota yang diberi tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu. Sedangkan WNI tersebar di berbagai kota dengan jarak yang cukup jauh, begitu pula halnya yang kami rasakan di Turki. Oleh karena itu, untuk tetap memberikan hak kepada seluruh WNI yang berada di luar negeri pemerintah tentu saja memberikan solusi dengan kebijakan sistem yang berbeda dalam pemilu. Pemilu di luar negeri dimulai lebih awal dari tanggal 8-14 April 2019. Karena mempertimbangkan jarak yang berbeda-beda di setiap kotanya, sedangkan panitia penyelenggara pemilu hanya berada di ibu kota negara atau kota yang lain yang diberikan tanggung jawab sebagai penyelenggara. Maka metode pemilihan yang digunakan di luar negeri baik di negara Turki sendiri, selain metode mencoblos di TPS, pemilih di luar negeri juga dimungkinkan untuk menggunakan hak pilih melalui metode pos, yaitu pengiriman surat suara melalui metode pengiriman kantor pos.

Di Ankara sendiri proses pemilihan sudah dilakukan pada hari Sabtu, 13 April 2019 kemarin di mulai dari pukul 08.00-18.00 waktu Turki. WNI yang berada di Ankara ibu kota Turki sangat antusias dalam berpartisipasi pada pesta demokrasi pemilu kali ini. Bahkan pemilih ada yang datang dari luar kota lain yang berjarak enam jam sampai sepuluh jam jarak tempuhnya. Misalnya, dari Kota Adana, Izmir, dan kota yang lain. Mereka datang ke ibu kota Ankara hanya untuk rela ikut memilih dalam pemilu kali ini. Sebenarnya, mereka bisa menggunakan hak pilih melalui metode pos, namun karena telat mendaftar sebagai pemilih tetap maka mereka harus datang langsung ke TPS sebagai pemilih tambahan.

Namun, hal ini bukan menjadi kendala bagi mereka agar tetap bisa mengikuti pemilihan mereka tetap menempuh perjalanan panjang berjam-jam agar bisa menjadi pemilih dalam pemilu kali ini. Dari data PPLN Ankara sendiri jumlah pemilih tetap DPT meningkat mencapai 76.41% belum lagi jumlah DPTb dan DPK yang meningkat dari dari data sebelumnya dan mampu ditampung semua oleh panitia penyelenggara pemilu di luar negeri Ankara.

Antusiasme pemilih dalam pemilu di Kota Ankara tidak hanya datang dari warga negara kalangan menengah dan tua saja, tapi juga kalangan pemuda dan mahasiswa di Ankara juga sangat aktif. Bahkan untuk meningkatkan daya tarik dan keinginan untuk memilih PPI di Turki juga mengadakan lomba foto selfi pemilu via instagram dengan cara mengirimkan foto-foto selfi dengan jari yang telah dicelupkan tinta sebagai tanda sudah ikut memilih dalam pemilu kali ini dan pemenang akan diberikan hadiah yang menarik. Tentu saja antusiasme WNI di luar negeri, khususnya Ankara ibu kota Turki tidak terlepas dari usaha-usaha Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) yang sudah jauh-juh hari melakukan persiapan dengan matang dan sosialisasi kepada seluruh warga Indonesia di Turki.

Baiklah, kami sudah memilih dan sekarang giliran Anda yang bemukim di Indonesia. Jangan lupa dan jangan malas untuk datang ke TPS terdekat pada hari ini (17 April 2019) untuk memilih pemimpin kita karena merupakan kewajiban kita semua untuk memilih pemimpin demi perubahan negeri kita yang lebih baik. Memang sebagai manusia pasti tidak ada yang sempurna dan kita sadari bahwa para calon pemimpin-pemimpin kita masih jauh dari kata kesempurnaan. Oleh karena itu, mari kita doakan semoga pemimpin yang dikaruniakan kepada bangsa Indonesia nantinya mampu mengemban amanah dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Jika kita menganggap bahwa semua calon pemimpin sekarang ini tidak ada yang disukai karena semuanya mempunyai celah ketidaksempurnaan maka setidaknya pilihlah pemimpin yang sedikit mudaratnya bagi kemaslahatan negara dan agama. Jadi tidak ada alasan untuk tidak berpartisipasi dalam pesta demokrasi kali ini cuma lima tahun sekali, kapan lagi? Pastikan Anda punya andil dalam perubahan Indonesia yang lebih baik.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved