Lagi, Petugas Tertibkan Pedagang Ikan

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh kembali menertibkan pedagang ilegal

Lagi, Petugas Tertibkan Pedagang Ikan
IST
M HIDAYAT, Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh

* Mangkal di Jembatan Peunayong

BANDA ACEH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banda Aceh kembali menertibkan pedagang ilegal yang berjualan ikan di Jembatan Peunayong, Banda Aceh, Rabu (17/4) sore. Satu dari empat pedagang berhasil diamankan beserta dagangannya saat mangkal di kawasan terlarang berjualan itu, sementara tiga lainnya berhasil lolos dan lari terbirit-birit saat melihat petugas.

Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh, M Hidayat, kemarin. Dari seorang pedagang yang berhasil diamankan itu, katanya, petugas menyita 1 becak, 2 ember ikan, dan 2 tong ikan, yang akhirnya dibawa ke kantor. “Mereka sebenarnya tahu betul dilarang berjualan di situ. Makanya rata-rata hanya menggunakan ember kecil dan papan supaya mudah kabur,” ujar dia.

Menurutnya, penertiban di kawasan terlarang itu rutin dilakukan setiap hari, dimana petugas berpatroli untuk mengecek kawasan jembatan karena sering diduduki pedagang ilegal. “Memang jumlahnya sekarang sudah berkurang, karena banyak yang sudah menandatangani surat pernyataan dengan kami. Tapi yang sedikit ini sering kucing-kucingan dengan petugas,” katanya.

Hidayat mengatakan, hampir seluruh titik jembatan sering dihinggapi pedagang. Mereka disebut ilegal karena bukan murni pedagang serta tidak memiliki lapak di dalam pasar ikan Peunayong. “Jumlah mereka di situ tergantung dengan hasil tangkapan nelayan. Rata-rata, mereka ini membantu nelayan membersihkan kapal, sehingga diberi jatah ikan satu ember kecil, jadi bukan pedagang resmi,” jelas dia.

Padahal, menurutnya, petugas sudah membubuhkan papan larangan berjualan di kawasan itu, serta memberitahukan lewat pengeras suara bahwa lokasi tersebut terlarang untuk berjualan. Namun upaya tersebut sepertinya tidak mempan. Maka dari itu, sebagai efek jera, Satpol PP akan melakukan tipiring bersama jaksa dan hakim. “Putusannya nanti bisa denda atau kurungan. Tetapi butuh waktu dan kesempatan jaksa dan hakimnya,” ujar Hidayat.

Kata Kasatpol PP Banda Aceh itu, keberadaan mereka di atas jembatan Peunayong selama ini kerap dikeluhkan oleh pedagang resmi di dalam pasar. Sebab, munculnya lapak-lapak ikan di pinggir jalan membuat masyarakat enggan masuk ke pasar untuk membeli ikan. “Pedagang dalam pasar juga mengancam kalau yang ilegal ini dibiarkan, maka mereka juga akan berjualan di luar. Hal ini tentu tak bisa dibiarkan,” ucap dia.

Menurut Hidayat, perilaku pedagang ilegal tersebut yang berjualan sesuka hatinya jelas menimbulkan kecemburuan bagi pedagang lain. Sehingga sistem pasar yang sudah dibangun dengan baik dirusak oleh para PKL maupun pedagang tak resmi. “Lihat saja pasar di Jalan Kartini, yang mana fasilitas di dalamnya sudah dibenahi, tapi pedagang tetap turun untuk berjualan di pinggir jalan. Pasar Batoh juga begitu,” timpalnya.

Kepala Satpol PP Kota Banda Aceh, M Hidayat menambahkan, solusi atas kesemrawutan kawasan Peunayong khususnya di dekat jembatan yaitu dengan memindahkan pedagang ikan, unggas, daging, dan sayur ke Pasar Lampulo yang sudah rampung. Rencana yang sudah digadang-gadang sejak tahun lalu itu akan direalisasikan setelah Lebaran nanti. “Pedagang Peunayong minta keringanan supaya dipindah setelah Lebaran nanti. Hal seperti ini juga menjadi pertimbangan kami,” ujarnya.

Menurut Hidayat, pedagang harus terus diberikan edukasi agar bisa berjualan di tempat resmi yang sudah disediakan pemerintah yaitu pasar. Dikatakan, Pemko Banda Aceh sudah membangun sejumlah pasar yang representatif untuk para pedagang. “Lokasi eks pedagang di Peunayong nantinya akan dijadikan pusat kuliner Banda Aceh,” demikian Kasatpol PP Banda Aceh.(fit)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved