Polisi Lacak Pemburu Satwa Langka

Pihak Polres Aceh Barat hingga kini masih melacak pelaku utama pemburuan satwa langka dan dilindungi j

Polisi Lacak Pemburu Satwa Langka
RADEN BOBBY ARIA PRAKASA, Kapolres Aceh Barat

* Diduga Berasal dari Sumut

MEULABOH - Pihak Polres Aceh Barat hingga kini masih melacak pelaku utama pemburuan satwa langka dan dilindungi jenis beruang madu yang perdagangannya berhasil digagalkan pada Sabtu (13/4) lalu. “Pelaku utama masih kami lacak. Dari keterangan kelima tersangka, pelaku berasal dari Sumatera Utara (Sumut),” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK kepada Serambi, Rabu (17/4).

M Isral menjelaskan, pelaku yang menangkap beruang madu di kawasan hutan sebuah desa di Aceh Barat itu merupakan kawanan pemburu babi hutan. Menurut Kasat Reskrim, polisi telah mengantongi indentitas pelaku utama tersebut. “Terhadap berapa banyak sudah satwa dilindungi yang berhasil ditangkap pelaku, belum bisa kita pastikan. Nanti setelah pelaku utama berhasil ditangkap, baru akan terungkap,” ulasnya.

Ia menambahkan, dari keterangan kelima pelaku yang sudah ditangkap dan kini ditahan di mapolres diketahui bahwa aksi perdagangan atau jual beli satwa dilindungi tersebut baru sekali dilakukan. “Untuk beruang madu yang menjadi barang bukti sudah diamankan dan dirawat oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA),” pungkasnya.

Seperti diberitakan Polres Aceh Barat pada Sabtu (13/4) malam, menangkap lima warga kabupaten itu dalam kasus dugaan perdagangan atau jual beli satwa dilindungi dan langka jenis beruang madu. Pada kasus tersebut, seekor beruang madu yang menjadi barang bukti (BB) berhasil diamankan.

Keberhasilan pengungkapan kasus pidana perdagangan satwa dilindungi itu dibeberkan Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu M Isral SIK di mapolres setempat, Senin (15/4) lalu. Pada kesempatan itu, polisi ikut mengekspose kelima pelaku yakni J (43), B (45), I (40), MD (44), dan Id (42).

Kelima pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual beli satwa dilindungi itu dijerat dengan UU Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alama Hayati dan Ekosistem dengan ancaman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved