Tik Tok Diblokir di India karena Dianggap Memuat Konten Negatif

Aplikasi media sosial berbasis video sharing TikTok yang sempat menuai kontroversi di Indonesia kini resmi diblokir oleh pemerintah India.

Tik Tok Diblokir di India karena Dianggap Memuat Konten Negatif
merdeka.com
Tik Tok 

SERAMBINEWS.COM - Aplikasi media sosial berbasis video sharing TikTok yang sempat menuai kontroversi di Indonesia kini resmi diblokir oleh pemerintah India.

Alasannya serupa dengan di Indonesia dulu, TikTok dianggap memuat pornografi dan melanggar aturan konten negatif berdasarkan regulasi setempat.

Melalui Kementerian Teknologi Informasi, pemerintah India telah meminta Apple dan Google untuk mencabut TikTok dari toko aplikasi masing-masing.

Permintaan tersebut dilayangkan setelah Pengadilan Tinggi wilayah Madras melakukan investigasi dan menemukan banyaknya konten terlarang di TikTok.

Baca: Faul Kembali Tampil pada 19 dan 20 April, Perjuangan Makin Sengit

Baca: Terkuak Rahasia di Balik Metode Quick Count Pemilu 2019, Pakai SMS hingga Moda Transportasi

Di India, TikTok populer di kalangan anak muda. Bahkan tak sedikit pula pengguna anak-anak yang aktif berbagi video melalui platform ini.

Bahkan angka pengguna aktif TikTok dalam satu bulan bisa mencapai 120 juta pengguna.

Pemblokiran bermula dari keputusan Pengadilan Tinggi Chennai yang memerintahkan agar aplikasi tersebut diblokir pada 3 April lalu.

TikTok mengajukan banding agar tidak diblokir.

Namun, permintaan tersebut ditolak dan kasus ini kabarnya akan disidangkan kembali pada 22 April mendatang.

"Kami memiliki keyakinan pada sistem peradilan di India dan optimist akan ada hasil baik yang bisa diterima oleh 120 juta pengguna bulanan di India," ungkap pihak TikTok. Dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Kamis (18/4/2019), TikTok belakangan juga tersandung di Negeri Paman Sam.

Baca: Berkaca pada Quick Count-Real Count Pilkada DKI, Lihat Peluang Prabowo-Sandi untuk Unggul

Baca: Prabowo Sandi Unggul di TPS Abusyik dan 22 TPS Lainnya di Kecamatan Delima Pidie

Lagi di Indonesia Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat dua bulan lalu memutuskan bahwa TikTok melanggar undang-undang privasi anak dan didenda 5,7 juta dollar AS.

Pemerintah AS kemudian mewajibkan pengembannya untuk membatasi usia pengguna di atas 13 tahun.

Sementara di Indonesia, Kementerian Kominfo memblokir TikTok lantaran dinilai negatif untuk anak-anak.

TikTok baru kembali bisa digunakan di Indonesia setelah pengembangnya membersihkan konten negatif. (Kompas.com/Yudha Pratomo)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Dianggap Memuat Konten Negatif, Tik Tok Diblokir di India

Editor: Amirullah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved