Tujuh Parpol Diperkirakan tak Lolos ke DPR RI

Sebanyak tujuh partai politik (parpol) diperkirakan gagal lolos ke DPR RI karena tidak berhasil melampaui ambang batas

Tujuh Parpol Diperkirakan tak Lolos ke DPR RI
Kompas.com
Tangkapan layar website Kompas.com yang menampilkan quick count atau hitung cepat Pemilu 2019. 

JAKARTA - Sebanyak tujuh partai politik (parpol) diperkirakan gagal lolos ke DPR RI karena tidak berhasil melampaui ambang batas parlemen (parliamentary treshold) sebesar 4 persen. Sementara sembilan parpol lainnya mampu melewati ambang batas parlemen tersebut. Hal itu diketahui berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pemilu legislatif (Pileg) 2019 yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei, kemarin.

Berdasarkan quick count Litbang Kompas, tujuh partai yang terancam gagal menduduki kursi DPR RI adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo) yang baru meraih parliamentary treshold sebesar 2,87 persen, Partai Berkarya (2,06 persen), Partai Solidaritas Indonesia atau PSI (2,03 persen), Partai Hati Nurani Rakyat atau Hanura (1,35 persen), Partai Bulan Bintang atau PBB (0,76 persen), Partai Gerakan Perubahan Indonesia atau Garuda (0,54 persen), serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang baru meraih parliamentary treshold sebesar 0,22 persen.

Sementara sembilan partai yang berpeluang lolos ke Senayan dengan meraih suara di atas 4 persen masih diisi oleh partai lama yang didominasi oleh partai besar. PDI Perjuangan memimpin perolehan suara sementara dengan meraih 20,29 persen suara. Disusul Partai Gerindra (12,92 persen), Partai Golkar (11,8 persen), PKB (9,32 persen), PKS (8,61 persen), Partai Demokrat (8,18 persen), Partai NasDem (7,99 persen), PAN (6,55 persen), dan PPP (4,52 persen).

Hasil quick count Litbang Kompas itu berdasarkan total data yang masuk hingga pukul 21.44 WIB sebesar 81,45 persen. Proses penghitungan cepat ini masih terus berjalan hingga suara masuk 100 persen dari seluruh provinsi di Indonesia. Namun hasil hitung cepat berasal dari survei dan bukan hasil perhitungan resmi. Jumlah suara resmi tetap menunggu perhitungan suara manual oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Versi CSIS-Cyrus
Sementara hasil hitung cepat yang dilakukan CSIS-Cyrus Network atas sekitar 70 persen suara yang masuk hingga pukul 18.00 WIB kemarin juga menunjukkan ketujuh parpol tersebut diperkirakan takkan lolos ke DPR RI karena tidak memenuhi ambang batas empat persen. Tujuh partai itu adalah Perindo yang meraih suara sebesar 2,8%, Partai Berkarya (2,1%), PSI (1,9%), Hanura (1,5%), PBB (0,9%), Partai Garuda (0,5%), dan PKPI (0,2%).

Adapun partai-partai lama yang masih menguasai suara dan diperkirakan akan lolos ke DPR RI menurut hasil hitung cepat CSIS-Cyrus Network adalah PDI Perjuangan yang meraih suara sebesar 20,16%, Partai Golkar (12,8%), Partai Gerindra (12,0%), PKB (9,9%), Partai NasDem (8,4%), PKS (8,1%), Partai Demokrat (7,1%), PAN (6,3%), dan PPP (4,9%).

Sama dengan hasil hitung cepat Litbang Kompas, data quick count CSIS-Cyrus Network bukan hasil resmi pemilu 2019 karena hasil resmi masih menunggu penghitungan suara secara manual yang dilakukan oleh KPU.

Versi Poltracking
Hasil hampir sama juga terlihat pada hasil hitung cepat suara parpol yang dikeluarkan Lembaga Survei Poltracking, Rabu (17/4). Sampai suara masuk sebesar 31,70 persen, PDI Perjuangan masih terus memimpin hasil sementara quick count oleh lembaga tersebut.

Secara rinci, perolehan suara sementara parpolpada Pemilu 2019 berdasarkan hasil hitung cepat Poltracking yaitu PKB sebesar 12,21 persen, Partai Gerindra 11,45 persen, PDI Perjuangan 19,30 persen, Partai Golkar 12,98 persen, Partai NasDem 8,62 persen, Partai Garuda 0,64 persen,

Partai Beringin Karya (Berkarya) 2,25 persen, PKS 6,77 persen, Perindo 3,02 persen, dan PPP 5,24 persen. Selanjutnya, PSI 1,58 persen, PAN 5,50 persen, Partai Hanura 1,86 persen, Partai Demokrat 7,38 persen, PBB 0,86 persen, dan PKPI 0,34 persen.(cnnindonesia.com/voaindonesia.com/liputan6.com)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved