Mahasiswa Diminta Kuasai Bahasa Asing

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, ada tiga hal yang harus dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Mahasiswa Diminta Kuasai Bahasa Asing
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Menteri Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saifuddin, meresmikan gedung baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, di Kampung Mulie Jadi, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (28/2/2018). 

MEULABOH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, ada tiga hal yang harus dilakukan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Aceh Barat dalam mencetak lulusan agar mampu bersaing di era teknologi 4.0. “Ketiga hal tersebut yakni memiliki ciri khas ilmu agama, mampu berbahasa asing, dan menguasai teknologi,” kata Aminullah saat membuka Rapat Kerja (Raker) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk menyusun program kerja tahun 2020 di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (18/4).

Berdasarkan pers rilis yang diterima Serambi dari Humas STAIN, raker yang berlangsung hingga 20 April itu dihadiri Kakanwil Kemenag Aceh, Drs HM Daud Pakeh, dan menghadirkan pemateri Sekretaris Ditjen Pendis Kemenag RI, Dr Imam Syafi’e, serta Kepala Satuan Pegawai Internal (SPI) UIN Ar Raniry, Dr A Jalil Salim MA.

“Dengan menguasai tiga hal tersebut maka mahasiswa diharapkan siap untuk bersaing dengan lulusan dari alumni-alumni kampus lain. Tiga hal ini jika dikuasai akan menjadikan lulusan STAIN akan lebih mudah bersaing di dunia kerja,” ungkap Wali Kota Banda Aceh yang juga merupakan putra Aceh Barat.

Aminullah menerangkan, lulusan yang memiliki ciri khas ilmu keagamaan itu dimaksudkan agar kampus STAIN mampu mencetak mahasiswa yang mampu tampil dalam masyarakat jika ada hal yang berkaitan dengan keagamaan Islam. Sedangkan, pentingnya bahasa asing bagi para lulusan STAIN supaya para lulusan dapat mempromosikan Aceh dan potensi daerah ke dunia internasional, sekaligus mereka berpeluang lebih besar dalam memiliki pekerjaan. “Ada pula yang tak kalah penting yakni penguasaan teknologi. Era 4.0 teknologi bukan lagi kebutuhan, akan tetapi kewajiban,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr Inayatillah MAg menjelaskan, dalam raker tersebut akan dilaksanakan evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya dan membahas langkah yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan program yang masih belum maksimal. “Raker ini harus menghasilkan rencana pembangunan STAIN jangka panjang hingga tahun 2023. Juga dalam rangka menyatukan visi dan misi untuk memetakan arah pembangunan kampus, dan menjadi acuan jangka panjang,” pungkasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved