Mantan Presiden Peru yang Bunuh Diri Tinggalkan Surat, Dibacakan Saat Pemakamannya

Alan Garcia yang menjadi presiden pada 1985-1990 lalu pada 2006-2011 memiliki karier politik yang panjang dan kontroversial.

Mantan Presiden Peru yang Bunuh Diri Tinggalkan Surat, Dibacakan Saat Pemakamannya
BBC Indonesia via Reuters
Alan García menembak dirinya sendiri ketika akan ditangkap atas kasus korupsi 

SERAMBINEWS.COM - Mantan Presiden Peru Alan Garcia (69) bunuh diridengan menembak kepalanya sendiri di saat polisi datang ke kediamannya untuk menahan sang mantan presiden atas tuduhan suap.

Pemakaman Garcia digelar dua hari setelah bunuh diri yang dilakukannya.

Di prosesi pemakamannya pada Jumat (19/4/2019), dibacakan pula sebuah surat bunuh diri Garcia yang membantah telah melakukan korupsi.

Skandal yang menjerat sejumlah politisi di Amerika Selatan itu juga menyebabkan seorang mantan presiden lain Peru Pedro Pablo Kuczynski (80) dipenjara tiga tahun terkait kasus pencucian uang Odebrecht.

Baca: Jawaban Resmi KPU Soal Isu Jumlah Suara Prabowo-Sandi Menyusut Karena Serangan Hacker

Odebrecht adalah konglomerasi Brasil yang terdiri atas berbagai bisnis seperti permesina, konstruki, kimia, dan petrokimia.

Pada Juni 2015, pemerintah Brasil menahan mantan CEO Odebrecht, Marcelo Odebrecht, terkait pemberian suap kepada perusahaan minyak Brasil, Petrobras.

Marcelo kemudian diadili dan dinyatakan terbukti memberi suap 30 juta dolar AS kepada beberapa eksekutif Petrobras. Dia akhirnya dipenjara sealam 19 tahun 4 bulan.

Kembali ke pemakaman Alan Garcia, dalam prosesi itu surat terakhir sang mantan presiden dibacakan sang putri Luciana.

Baca: Warga Banda Aceh Serbu Pasar Murah di Barata, Ini Rincian Barang dan Harganya

"Saya sudah melihat yang lain digiring dengan tangan diborgol dan hidup menderita. Namun, Alan Garcia tak akan menderita karena ketidakadilan atau sirkus," demikian Luciana membacakan surat ayahnya sambil terisak.

Alan Garcia yang menjadi presiden pada 1985-1990 lalu pada 2006-2011 memiliki karier politik yang panjang dan kontroversial.

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved