Perusak Surat Suara ke Polisi

Perusak surat suara DPRK yang merupakan anggota Linmas di Paya Bujok Blang Paseh, berinisial MSH telah diserahkan ke Polres

Perusak Surat Suara ke Polisi
For serambinews.com
Barang bukti berupa surat suara dan cincin dari gantungan kunci yang digunakan petugas Linmas TPS 12, Gampong Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota. Foto dari Facebook 

* Pelaku Terancam Hukuman Empat Tahun Penjara

LANGSA - Perusak surat suara DPRK yang merupakan anggota Linmas di Paya Bujok Blang Paseh, berinisial MSH telah diserahkan ke Polres Langsa oleh Sentra Penegakan Hukum Terpasu (Gakkumdu) Langsa, Jumat (19/4). Pelaku terancam dihukum empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 48 juta.

Ketua Panwaslih Kota Langsa, M Khairi, kepada Serambi, Jumat (19/4) mengatakan seusai mengklarifikasi di Sentra Gakkumdu Langsa langsung diserahkan ke polisi. Dia menjelaskan penyerahan pelaku ke polisi agar dapat segera diproses penyelidikan terkait kasus pengerusakan kertas surat suara tersebut.

“Sudah kita serahkan berkas untuk disidik di kepolisian, termasuk juga MHS petugas Linmas di TPS Gampong Paya Bujok Blang Paseht,” ujar M Khairi. Komisioner Panwaslih Aceh, Marini menyebutkan, petugas Linmas yang merusak kertas suara di TPS mengaku sebagai tim sukses salah satu caleg dari partai nasional (parnas).

Marini mengatakan, kasus tersebut terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) 12 Gampong Blang Pase, Kecamatan Langsa Kota. “Pelaku merupakan petugas Linmas di TPS 12 Gampong Blang Pase,” katanya. Menurut dia, petugas Linmas ikut membuka dan memegangi surat suara saat dilakukan penghitungan suara.

“Petugas Linmas itu merusak surat suara menggunakan ring cincin yang dibuat khusus dari gantungan kunci yang dipakai di jarinya,” ungkap Marini. Disebutkan, ada sembilan surat suara yang berhasil dicoblos ulang oleh petugas Linmas tersebut, tetapi lima surat suara DPRK rusak, tiga surat suara dianggap sah, tetapi menghilangkan suara caleg lain.

“Satu surat suara lagi juga dianggap sah, karena dicoblos di partai yang sama, meski dilakukan pada nama caleg,” ujar Marini, seraya menambahkan petugas Linmas tersebut saat diklarifikasi mengakui perbuatannya. Dia juga mengaku merupakan tim sukses salah satu caleg dari partai nasional.

Dilaporkan sebelumnya, seorang anggota Linmas diamankan pihak Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pemilu 2019 Langsa dan Panwaslih Kota Langsa. Dia diduga merusak kertas surat suara yang telah tercoblos di salah satu TPS, Gampong Paya Bujok Blang Paseh, Kecamatan Langsa Kota, pada Kamis (18/4/) dinihari saat penghitungan suara sedang berlangsung.

Modus dugaan pengrusakan kertas surat calon DPRK Dapil Langsa ini, dilakukan pelaku dengan cara mencoblos secara acak kertas surat suara menggunakan kawat yang telah dimodifikasi seperti cincin, yang dipakai di jari tangannya.

Aksinya diketahui oleh seorang saksi dari salah satu parnas peserta Pemilu yang sedang berada di TPS. Untuk menghindari hal tak diinginkan, saat itu juga anggota Linmas dimaksud diamankan ke Kantor Panwaslih, guna dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Gakkumdu.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved