Antisipasi People Power, Ribuan Personel Brimob Dikerahkan ke Jakarta

Ia menilai, perintah itu merupakan upaya antisipasi agar negara dalam tetap kondisi aman dan nyaman usai pelaksanaan pemilu serentak 2019.

Antisipasi People Power, Ribuan Personel Brimob Dikerahkan ke Jakarta
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Puluhan personel Brimob BKO dari mabes Polri, mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka kesiapsiagaan Pilkada serentak di Aceh pada 15 Februari 2017, di Lapangan Hiraq, kota Lhokseumawe, Kamis (26/1/2017). Apel tersebut di pimpin langsung oleh kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menanggapi terkait pengerahan ribuan personel Brimob di DKI Jakarta.

Ia menilai, perintah itu merupakan upaya antisipasi agar negara dalam tetap kondisi aman dan nyaman usai pelaksanaan pemilu serentak 2019.

"Bisa jadi dasar instruksi itu memang pascapemilu ini ada dinamika demokrasi yang relatif hangat," kata Karding saat dihubungi, Selasa (23/4/2019).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, pengerahan itu juga dilakukan mengingat adanya upaya provokasi secara masif untuk tidak percaya terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selain itu, ada upaya penghasutan dilakukan sekelompok pihak guna menyatakan pemilu curang dan bertujuan menggerakan massa atau people power.

Baca: Rekap Suara Pemilu di Aceh Jaya Banyak Salah Hitung dan Catat

Baca: Hasil Pemilu 2019, PA Tetap Kuasai Suara di Empat Dapil untuk DPRK Lhokseumawe

Baca: Beri Peringatan pada Luhut Binsar Pandjaitan, Habib Rizieq Shihab: Anda akan Tenggelam

Baca: Partai Lokal di Simeulue tak Dapat Kursi di DPRK, Begini Pernyataan Pimpinan Parlok

Baca: Viral Video Penampakan Mata di Langit Bandung, Ini Fakta di Baliknya

Baca: Update Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi Vs Prabowo, Data Masuk 20%

Baca: Bila Hasil Real Count KPU di Situng Beda dengan Form C1, Mana yang Dimenangkan? Ini Jawaban Mahfud

"Ini apapun ini negara tidak boleh kita pertaruhkan keamanan itu menjadi yang amat penting," jelas Karding.

Lebih lanjut, Karding mengatakan, presiden memberikan satu panduan atau perintah kepada pihak-pihak yang memang memiliki kewenangan untuk menjaga keamanan ketertiban.

"Menurut saya, itulah langkah yang harus dilakukan oleh presiden agar negara tetap aman rakyat tetap bisa bekerja," jelas Karding.

Sebelumnya, sebanyak 10 ribu personel Brigade Mobil (Brimob) akan berada di DKI Jakarta untuk pengamanan setelah Pemilu 2019.

Mabes Polri saat ini menarik bertahap sekitar 6.200 personel Brimob dari tiga Kepolisian Daerah (Polda) untuk perbantuan pengamanan ibu kota negara.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved