UTM Perkenalkan Teknik Pertanian Fertigasi dan Fiber Glass

Sebanyak 30 mahasiswa Malaysia yang di koordinir oleh University Technology Malaysia( UTM) mengadakan program Community Engagement di Banda Aceh...

UTM Perkenalkan Teknik Pertanian Fertigasi dan Fiber Glass
SERAMBINEWS.COM/JALIMIN
Mahasiswa UTM Malaysia sedang menjelaskan tentang sistem pertanian fertigasi (hidroponik) kepada warga Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Selasa (23/4//2019) 

 

UTM Perkenalkan Teknik Pertanian Fertigasi dan Fiber Glass

Laporan Jalimin | Banda Aceh  

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 30 mahasiswa Malaysia yang di koordinir oleh University Technology Malaysia( UTM) mengadakan program Community Engagement di Banda Aceh. Mereka memilih lokasi Gampong Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. 

 

 

Baca: Pencari Sumbangan Fakir Miskin dan Anak Yatim Jaringan Mak Dah Diamankan Petugas

Baca: BREAKING NEWS: Sembilan Rumah di Tanjung Putus Gampong Jawa, Langsa Terbakar

Baca: Di HUT Banda Aceh ke-814, Wali Kota Bahas Rencana Pengentasan Air Bersih

Selain UTM, juga terlibat tiga universitas asal Malaysia yakni University Kebangsaan Malaysia (UKM), University Putra Malaysia (UPM) dan University of Malaya (UM)). Kegiatan berlangsung sejak tanggal 20-27 April 2019.

Selain Mahasiswa, juga hadir 10 orang dosen pembimbing yang diantaranya Prof Ir Dr Abdul Saman bin Abdul Kadir (Pakar Fiber Glass), Prof Dr Puan Siti Zalita (Pakar Pertanian Fertigasi. Sementara seluruh kegiatan Community Engagement dikoordinir oleh Prof Dr Ahmad bin Khalid.

Selain melaksanakan pelatihan sistem pertanian Fertigasi (Hidroponik) dengan media Fiber Glass, juga dilaksanakan beberapa program  penanaman bakau di Gampong Pande dan Lamdingin, pembersihan situs sejarah dan pantai di Gampong Pande.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyambut baik program Community Engagement itu. Hal ini disampaikan dalam acara sambutan silaturahmi dan jamuan makan malam di pendopo Walikota Banda Aceh, Senin (22/4/2019) malam.

Untuk menghibur para tamu, Pemko Banda Aceh menampilkan beberapa kesenian Aceh seperti tari Saman dan Rapa i Geleng. Sedangkan dari mahasiswa UKM menampilkan Tarian  Serawak.

Koordinator mahasiswa, Muhammad Zaim Akhyak  mengatakan,  bahwa mereka sangat berbahagia mentransfer ilmunya kepada warga Banda Aceh dan  berterima kasih atas sambutan hangat dan keakraban warga Gampong Lamdingin.

"Kami berharap, silaturahmi ini dapat terus terjalin karena Indonesia dan Malaysia adalah merupakan saudara serumpun," ujar Muhammad Zain Akhyak.

Keuchik Lamdingin, Anas Bidin Nyak Syech mengatakan,  sangat senang atas terpilihnya Gampong Lamdingin sebagai lokasi kegiatan Community Engagement dan berterima kasih atas ilmu dan bakti sosial yang telah dipersembahkan oleh mahasiswa Malaysia. 

Dan hubungan baik ini terus terjalin seraya mengharapkan agar program ini tetap berkelanjutan di Aceh. Acara ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Aceh, Pemerintah Banda Aceh, Dunia Melayu Dunia Islam dan Yayasan Darud Donya.

Koordinator acara, Prof Dr Ahmad Khalid mengatakan, tujuan utama Community Engagement ini agar mahasiswa Malaysia mampu berpikir global serta belajar tentang hubungan Indonesia-Malaysia yang serumpun yang memiliki adat istiadat yang hampir sama.

Ahmad Khalid juga mengatakan ingin mentransfer ilmunya kepada masyarakat petani untuk mempererat hubungan antar dua negara serumpun.(*)

Penulis: Jalimin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved