Direktur BKPBM Aceh: Bahasa Mandarin Bisa Menjadi Alat Dakwah Global

Dengan menguasai bahasa Mandarin, masyarakat dunia termasuk para akademisi dan mahasiswa Aceh dapat menguasai isu ekonomi dan politik dunia.

Direktur BKPBM Aceh: Bahasa Mandarin Bisa Menjadi Alat Dakwah Global
SERAMBINEWS.COM/IST
Direktur Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh Dr Abdul Rani Usman MSi 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bahasa Mandarin saat ini bukan sekadar menjadi alat komunikasi perdagangan di negara-negara Asia.

Akan tetapi lebih dari itu, bahasa ini tercatat sebagai bahasa penutur terbanyak di dunia yang termasuk dalam bahasa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dengan menguasai bahasa Mandarin, masyarakat dunia termasuk para akademisi dan mahasiswa Aceh dapat menguasai isu ekonomi dan politik dunia.

Tak sampai di situ, "Umat muslim yang menguasai Bahasa Mandarin bisa melakukan dakwah secara global ke berbagai negara di dunia," Direktur Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh Dr Abdul Rani Usman MSi saat memantau pelatihan Bahasa Mandarin di Sekretariat BKPBM Aceh, Tungkop, Aceh Besar, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya, bahasa Mandarin saat ini telah menjadi bahasa dakwah, dimana bahasa tersebut merupakan penutur terbanyak di dunia.

“Petutur bahasa mandarin saat ini mencapai 1,35 miliar di seluruh negeri Tiongkok, ditambah dengan penutur lainnya di seluruh dunia," katanya.

Dr Rani mengungkapkan, semua pihak seharusnya berkaca dari peradaban Arab zaman dahulu, dimana Rasulullah telah melakukan dakwah hingga ke negeri Tiongkok.

Baca: Seorang Anggota Linmas dan Ketua KPPS di Aceh Meninggal Dunia Sebelum Pencoblosan

Baca: Akibat Sakit, 93 Siswa di Pidie Jaya tak Ikut UNBK, Pemerintah Gelar Ujian Susulan

Baca: KPK Tetapkan Wali Kota Tasikmalaya Sebagai Tersangka

Ia berharap putra-putri Aceh dapat memanfaatkan peluang untuk mempelajari Bahasa Mandarin lewat pelatihan yang digelar BKPBM Aceh.

Bagi masyarakat yang tertarik mempelajarinya, BKPBM akan membuka pelatihan gelombang selanjutnya. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor 085257141749.

Sejak didirikan pada tahun 2011, lembaga tersebut sudah merekomendasi sekitar 80 orang ke berbagai kampus besar di Tiongkok.

"Sebanyak 20 di antaranya telah lulus dan saat ini mengabdi di Aceh," timpalnya.

Untuk diketahui, angkatan pertama pelatihan ini menempuh pendidikan selama tiga bulan dengan jumlah peserta 122 orang, yang terdiri atas 47 orang kelas Bahasa Mandarin dan 75 untuk kelas Bahasa Inggris.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved