Ini Lokasi Pasar Murah di 3 Daerah

Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, tiga kabupaten/kota di pantai timur Aceh yaitu Bireuen, Aceh Utara

Ini Lokasi Pasar Murah di 3 Daerah
IST
WARGA membeli sembako pada pasar murah yang dilaksanakan Disperindagkop Aceh bekerja sama dengan Perum Bolog dan Dinas DPMPK-UKM Bireuen di Jeunieb, Selasa (23/4). 

BIREUEN - Menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah, tiga kabupaten/kota di pantai timur Aceh yaitu Bireuen, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe, sejak Selasa (23/4) hingga beberapa hari ke depan menggelar pasar murah di sejumlah lokasi terpisah. Pasar murah yang diadakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, jadwalnya serentak di tiga daerah tersebut yaitu 23-26 April 2019. Sementara pasar murah yang diselenggarakan dinas terkait di kabupaten/kota, waktunya berbeda-beda (rincian lokasi pasar murah di tiga daerah tersebut lihat tabel).

Di Bireuen, pasar murah yang berlangsung pada 23-26 April 2019 diadakan Disperindag Aceh bekerja sama dengan Perum Bulog serta Dinas Penanaman Modal, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPMPK-UKM) Bireuen. Sementara pasar murah yang dilaksanakan Pemkab Bireuen melalui DPMPK dan UKM setempat berlangsung pada 27-30 April mendatang.

Kadisperindag Aceh melalui Kepala Seksi Bina Usaha Perdagangan, Sumainuddin kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pasar murah itu diadakan sebagai langkah antisipasi pemerintah dalam rangka menstabilkan harga barang kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sebab, menurut Sumainuddin, menjelang bulan Ramadhan biasanya harga sejumlah kebutuhan pokok akan naik. “Barang yang dijual pada pasar murah dengan harga terjangkau antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu,” rincinya.

Kepala DPMPK dan UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah MSi melalui Kabid Perdagangan drh Nanda Dewi dan Kasi Bina Usaha Perdagangan, Yus Edarni SH, menyebutkan, barang yang dijual pada setiap lokasi pasar murah yaitu beras premium sebanyak 2,5 ton, gula pasir 2.125 ton, minyak goreng 2.125 liter, tepung terigu satu ton, dan telur ayam 2.200 butir. “Beras premium sebanyak 10 kilogram (kg) harganya Rp 90 ribu, gula pasir 2 kg dijual Rp 18 ribu, Bimoli Spesial 2 liter harganya Rp 22 ribu, tepung terigu segitiga biru kemasan Rp 8.500 per kg, dan telur ayam Rp 35 ribu per papan,” rincinya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag dan UKM) Aceh Utara, Fadhli, kepada Serambi, Rabu (24/5), menyebutkan, jumlah barang yang disediakan pada empat lokasi pasar murah tersebut masing-masing beras sebanyak 10 ton, gula pasir 8,5 ton, minyak goreng 8.500 liter, tepung terigu empat ton, dan telur 48.000 butir.

Dari lima jenis barang tersebut, menurut Fadhli, yang paling banyak diburu masyarakat adalah gula pasir, disusul minyak goreng, telur, dan tepung. Sedangkan beras kurang pembelinya karena kemungkinan sedang memasuki musim panen. “Harapan kita dengan pasar murah ini dapat mengantisipasi lonjakan harga di pasar,” pungkas Fadhli.

Sedangkan Pemkota Lhokseumawe menggelar pasar murah dalam dua tahap. Tahap pertama yang merupakan bantuan Pemerintah Aceh berlangsung pada 23-26 April 2019. Sedangkan pasar murah yang harga bahan pokoknya disubsidi dengan APBK setempat akan dilaksanakan mulai awal Ramadhan di halaman Masjid Agung Islamic Center.

Kadisperindakop Lhokseumawe, Ramli, kemarin, menyebutkan, di setiap lokasi pasar murah berlangsung pukul 08.00-17.00 WIB. Meski pasar murah digelar di kecamatan tertentu, menurut Ramli, namun warga dari luar kecamatan tersebut juga bisa membeli barang-barang yang disediakan.

“Dalam dua hari pertama pasar murah di Lhokseumawe, masyarakat sangat antusias membeli sembako yang tersedia. Ini menunjukkan bahwa pasar murah memang program yang sangat baik dalam upaya membantu masyarakat untuk mendapat sembako dengan harga murah,” demikian Ramli.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindag dan UKM), Aceh Utara, Fadhli, kemarin, juga menjelaskan, empat jenis barang yang dijual pada pasar murah yang dilaksanakan Disperindag Aceh di kabupaten itu harganya sudah disubsidi Rp 3.000 per kilogram. Keempat barang tersebut adalah beras, gula pasir, minyak goreng, dan tepung terigu. Sedangkan telur, menurut Fadhli, pemerintah hanya memberi subsidi Rp 250 per butir. Subsidi dengan besaran yang sama juga diterapkan pada pasar murah di Bireuen dan Lhokseumawe.

Sementara Kadisperindakop Lhokseumawe, Ramli, kemarin, menyebutkan, pasar murah yang biaya subsidinya ditanggung Pemko setempat akan digelar dalam bulan Ramadhan tahun ini. Menurutnya, kebijakan itu sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan, lokasi pasar murah pada bulan Ramadhan juga masih tetap di halaman Masjid Agung Islamic Center.

“Jadwal pasar murah dalam bulan Ramadhan belum belum bisa saya pastikan. Sebab, kami harus duduk membahasnya dengan pihak Inspektorat terlebih dulu. Tapi, kemungkinan pasar murah itu akan dimulai pada awal Ramadhan dan akan berlangsung setiap hari hingga stok sembako habis,” katanya.

Soal besaran subsidi untuk setiap jenis bahan pokok yang dijual dalam pasar murah saat Ramadhan nanti, Ramli juga belum bisa memastikannya. “Bisa jadi nilai subsidinya sama dengan yang diberikan Pemerintah Aceh atau bisa juga lebih besar lagi. Untuk hal ini, kita juga harus berembuk dulu dengan Inspektorat,” jelasnya. (yus/jaf/bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved