Pameran Islam di Museum Aceh Hingga 30 April, Tampilkan Sisi Keislaman Kehidupan Masyarakat Aceh

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar ‘Pameran Temporer Islam Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh’

Pameran Islam di Museum Aceh Hingga 30 April, Tampilkan Sisi Keislaman Kehidupan Masyarakat Aceh
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADY
Penampilan tari seudati pada pembukaan 'Pameran Temporer Islam Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh’ di halaman Museum Aceh, Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah, Nomor 12, Banda Aceh, Kamis (25/4/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Museum Aceh menggelar ‘Pameran Temporer Islam Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh’ di halaman Museum Aceh, Jalan Sultan Alaiddin Mahmudsyah, Nomor 12, Banda Aceh, 25-30 April 2019. 

Pameran bertema 'Siklus Kehidupan' itu menampilkan sisi keislaman dalam kehidupan masyarakat Aceh tempo dulu, yang dibuka Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin SE MSi Ak yang diwakili Plt Sekretaris Dinas, Muzakir ST MT, Kamis (25/4/2019).

Plt Sekretaris Disbudpar Aceh, Muzakir ST MT mengapresiasi pameran temporer itu yang menurutnya ajang edukasi bagi generasi saat ini.

“Melalui pameran ini, kita bisa mengkaji ulang kebiasaan baik yang dilakukan para pendahulu zaman dulu, yang saat ini mulai ditinggalkan oleh generasi sekarang,” katanya.

Tema Siklus Kehidupan yang diangkat oleh pihak museum, lanjut Muzakir, sangat berhubungan erat dengan perjalanan hidup kita.

Baca: Puluhan Pelajar dan Mahasiswa Ikuti Lomba Baca Manuskrip Kuno di Museum Aceh

Baca: Hari Ini, Ada Lomba Baca Manuskrip Kuno di Museum Aceh, Ayo Jadi Pesertanya

Baca: Museum Aceh Pamerkan Keureusang Terbuat dari Emas dan Berlian, Butuh Pengamanan Khusus

Perkembangan dunia yang sangat pesat semestinya tidak mengubah jati diri bangsa Aceh yang kaya akan budaya luhur yang berlandaskan syariat islam.

Ketua Panitia yang juga Kepala UPTD Museum Aceh, Dra Junaidah Hasnawati mengatakan, selain melaksanakan tugas rutin museum, pihaknya secara khusus menggelar pameran temporer guna memaksimalkan fungsi museum dalam melestarikan warisan budaya masyarakat untuk tujuan studi, penelitian, maupun hiburan.

“Di samping belajar, kita juga dapat berekreasi ke museum. Museum itu tidak angker. Selain bertamasya, kita juga akan mendapatkan ilmu dan wawasan,” kata dia.

Pihaknya memamerkan sekitar 40 koleksi meliputi peralatan upacara, perhiasan, hingga koleksi arkeologi, mulai dari kelahiran hingga kematian.

“Tema ini baru pertama kali ditampilkan. Dalam setahun kita bisa lakukan dua hingga tiga kali,” ujar Junaidah. 

Ia mengajak masyarakat untuk mengunjungi Pameran Temporer Islam Dalam Kehidupan Masyarakat Aceh di halaman museum tersebut. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved