Setiap Hari Puluhan Truk Pasir Laut Diangkut dari Kolam Dermaga PPS Lampulo

UPTD Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh, setiap hari mengangkut 20-25 truk pasir laut dari kolam Dermaga I PPS Lampulo.

Setiap Hari Puluhan Truk Pasir Laut Diangkut dari Kolam Dermaga PPS Lampulo
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Kadis DKP Aceh, Cut Yusminar dan Kepala UPTD PPS Lampulo, Nurmahdi, melihat proses pengerukan endapan pasir laut di kolam dermaga PPS Lampulo, Kamis (25/4/2019). 

Setiap Hari Puluhan Truk Pasir Laut Diangkut dari Kolam Dermaga PPS Lampulo

Laporan Herianto | Banda Aceh

SERMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Unit Pelaksana Tehnis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja Lampulo Banda Aceh, setiap hari mengangkut 20-25 truk pasir laut dari kolam Dermaga I PPS Lampulo.

Pengerukan dengan beko long arm itu dilakukan untuk mengatasi dangkalnya dermaga dan memberikan rasa nyaman kepada boat-boat besar untuk bersandar di dermaga tersebut.

"Setiap hari tidak kurang dari 20 sampai 25 truk pasir laut dari dalam kolam dermaga dikeruk dan dibuang ke darat,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar kepada Serambinews.com, Kamis (25/4/2019) di PPS Kutaradja Lampulo.

Cut Yusminar didampingi Kepala UPTD PPS Kutaradja Lampulo, Nurmahdi mengatakan, beko long arm yang dibeli dua tahun lalu mulai dioperasikan tahun ini karena dana operasionalnya sudah disiapkan, untuk pengerukan rutin.

Beko long arm itu dibelu karena sudah dua kali pengerukan kolam dermaga seluas 10 hektare itu dilakukan, hasilnya belum memuaskan.

Kapal-kapal nelayan masih sering tersangkut akibat dangkalnya dermaga.

Kepala PPS Kutaradja Lampulo, Nurmahdi mengatakan, beko long arm itu sangat membantu dalam mengatasi dangkalnya kolam tersebut, terutama lokasi yang endapan pasir laut bawaan ombak sangat banyak.

Setelah dilakukan pengerukan pasir sebanyak 20-25 truk per hari, kata Nurmahdi, kolam dermaga kembali dalam dan boat tangkap ikan nelayan kapasitas 50–10 GT sudah mudah bersandar di pinggir dermaga.

“Sebelum dilakukan pengerukan dan pembuangan endapan pasir laut, pada saat air laut sedang surut, lambung atau badan boat nelayan ukuran besar miring, karena dasar kolamnya masih dangkal,” ujar Nurmahdi.(*)

Penulis: Herianto
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved